logo


Penanaman 10 Juta Pohon Mangrove, Menko PMK: Memerangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Antisipasi dan penanganan bencana di Indonesia menjadi hal yang harus selalu ditingkatkan.

25 Mei 2022 11:32 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat me-launching Penanaman Sepuluh Juta Pohon Mangrove, Selasa (24/5)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat me-launching Penanaman Sepuluh Juta Pohon Mangrove, Selasa (24/5) Dok. Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagai negara yang berada di ring of fire, Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi. Antisipasi dan penanganan bencana pun menjadi hal yang harus selalu ditingkatkan.

Oleh karena itu bertepatan dengan pelaksanaan GPDRR 2022, Pemerintah melakukan aksi nyata dalam bentuk penanaman 10 juta pohon yang dilaksanakan sepanjang 2022 hingga 2023 sebagai implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

“Atas nama Menko PMK sekaligus sebagai ketua panitia lokal dari GPDRR 2022, kami sangat mendukung adanya gagasan menanam 10 juta pohon. Karena ini sangat baik untuk menumbuhkembangkan penguatan karakter dan nilai kehidupan di masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat me-launching Penanaman Sepuluh Juta Pohon Mangrove, Selasa (24/5).


RI Punya Kearifan Lokal Hadapi Bencana, Menko PMK Sebut Melalui Budaya Hingga Peralatan Tradisional

Adapun aksi penanaman mangrove pada GPDRR 2022 merupakan momentum dukungan PBB terhadap komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim.

“Mengapa ini dikaitkan dengan GNRM? Karena kita tahu betapa pentingnya penghijauan, dan menjaga Indonesia tetap menjadi wilayah hijau. Ini juga menjadi langkah strategis dalam upaya untuk memerangi dampak negatif perubahan iklim,” jelas Menko PMK.

Secara geografis dan geologis, Indonesia rentan bencana karena terletak di zona pertemuan lempeng-lempeng besar dunia.

“Indonesia juga perlu waspada terhadap bencana non-alam dan bencana hidrometeorologis yang dipicu perubahan iklim global. Menurut World Risk Report 2021, Indonesia berada di urutan ke-38 dari 181 negara yang berisiko bencana,” ungkap Menko PMK

Menko PMK menambahkan, jika kebiasaan menanam dan memelihara pohon yang sudah ada di kembangkan kepada seluruh rakyat Indonesia, maka Indonesia akan bisa memperkecil risiko bencana baik bencana alam maupun bencana non alam.

Adapun launching penanaman 10 juta pohon pagi hari ini dilakukan di 34 provinsi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada yang telah berpartisipasi. Mari kita tanamkan jiwa cinta lingkungan, cinta pepohonan, cinta kepada anti penggundulan hutan,” tutup Muhadjir.

Launching penanaman 10 juta pohon secara simbolis dilakukan di SMP PGRI Denpasar 3 melalui penanaman pohon buah dan diwakili oleh Sekretaris Kemenko PMK Y.B. Satya Sananugraha. Bibit pohon tersebut didukung oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Resmikan Rumah Resiliensi Indonesia, Menko PMK: Wujud Kesadaran Masyarakat Menangani Risiko Bencana

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata