logo


Usulan Pj Kepala Daerah Ditolak Tito, Gubernur Edy: Bukan Legowo Tapi Loyalitas

Edy Rahmayadi menegaskan bahwa sebagai seorang gubernur harus loyal kepada pemerintah pusat

25 Mei 2022 07:14 WIB

Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi kompas.com

MEDAN, JITUNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengaku tidak masalah usulan kandidat pejabat (Pj) kepala daerah Wali Kota Tebingtinggi dan Tapanuli Tengah ditolak oleh Mendagri Tito Karnavian.

"Saya kirim ke sana, mungkin Kemendagri melihat saat itu ada yang lebih baik," kata Edy dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (25/5/2022).

Edy menegaskan bahwa dirinya sebagai seorang gubernur harus loyal kepada pemerintah pusat.


Jelang Pemilu 2024, Jokowi Akan Terbitkan Perpres Logistik Pemilu

"Itu yang paling penting bukan soal ditolak, tak ada urusan itu. Gubernur bawahannya dari Jakarta. Bawahan itu harus loyal ke atasan. Kalau udah loyal berarti Tuhan menyertai-nya," ujarnya.

Ia mengaku tidak perlu lobi-lobi terkait usulan Pj kepala daerah. Baginya loyalitas adalah segala-galanya.

"Tak perlu lobi-lobi, yang tau Mendagri nanti tanya Mendagri. Yang pastinya tugas saya hanya mengirimkan kandidat. Yang menentukan bukan saya. Bukan legowo tapi loyalitas. Loyalitas adalah segala-segalanya. Loyalitas kehormatan, loyalitas adalah syarat pertama masuk surga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan tidak masalah dengan Pj Wali Kota pilihan Tito. Ia menegaskan yang terpenting bisa memimpin wilayahnya.

"Paling penting sama saya orang yang bisa memimpin wilayah itu, kalau sudah tak bisa dia memimpin, pasti gubernur nanti. yang orang pertama yang paling komplain," pungkasnya.

Bicara Perbedaan Politik, Mendagri: Konfliknya yang Penting Tidak Menghancurkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati