logo


Mantan Menlu AS Ingin Ukraina jadi Negara Netral, Tak Gabung dengan Blok Barat

Henry Kissinger, mantan menlu AS, mengatakan bahwa Ukraina seharusnya menjadi negara netral, non-blok, yang mampu menjembatani Rusia dengan negara-negara Eropa

24 Mei 2022 13:30 WIB

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger CGTN

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sekaligus pakar kebijakan luar negeri veteran, Henry Kissinger, mengatakan bahwa idealnya krisis Ukraina yang berlangsung saat ini akan membuat negara itu menjadi negara netral yang menjembatani antara Rusia dan Eropa. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam KTT Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss pada Senin (23/5).

“Sekitar delapan tahun yang lalu, ketika gagasan keanggotaan Ukraina di NATO muncul, saya menulis sebuah artikel di mana saya mengatakan bahwa hasil yang ideal adalah jika Ukraina dapat dibentuk sebagai negara netral, sebagai jembatan antara Rusia dan Eropa," kata Kissinger, dikutip Sputniknews.

"Saya pikir peluang itu sekarang tidak ada dengan cara yang sama, tetapi itu masih bisa dipahami sebagai tujuan akhir," tambahnya.


Lukashenko Khawatir NATO dan Polandia Ingin Ambil Alih Wilayah Ukraina

Mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut mengatakan gerakan menuju negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina perlu dimulai dalam dua bulan ke depan.

"Hasil dari konflik harus diuraikan sebelum menimbulkan gejolak dan ketegangan yang lebih sulit untuk diatasi," lanjut Kissinger.

Pada Maret 2014 silam, Kissinger pernah menulis sebuah artikel opini yang dirilis oleh The Washington Post yang berbunyi: "Negara Barat harus memahami bahwa, bagi Rusia, Ukraina tidak akan pernah menjadi negara asing. Sejarah Rusia dimulai di apa yang disebut Kievan-Rus. Agama Rusia menyebar dari sana. Ukraina telah menjadi bagian dari Rusia selama berabad-abad, dan sejarah mereka terjalin sebelum itu."

Dalam tulisan itu, Kissinger juga menekankan bahwa Ukraina "tidak boleh bergabung dengan NATO".

Pentagon Bilang Denmark Segera Kirim Rudal Anti-Kapal kepada Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia