logo


Jokowi Minta Relawan 'Ojo Kesusu' Soal Capres 2024, PDIP Tegaskan 3 Hal Ini

Inilah penjelasan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'ojo kesusu' dengan capres 2024

23 Mei 2022 09:49 WIB

Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto jpnn

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi arahan 'ojo kesusu' terkait capres 2024 kepada relawan Pro Jokowi (Projo) dalam acara Rakernas V Projo di Magelang beberapa waktu lalu.

Hasto menyebut ada tiga hal yang dimaksudkan Jokowi. Pertama, ia menyebut Jokowi menegaskan bahwa hal utama yang perlu didahulukan yaitu kepentingan nasional.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi menegaskan bahwa terkait dengan capres-cawapres harus memperhatikan banyak aspek, antara lain: Pertama, melihat konteks situasional bangsa dan negara. Saat ini fokus utama adalah berpacu mengatasi dampak pandemi dan ketidakpastian global. Hal inilah yang ditegaskan Presiden Jokowi sebagai kepentingan nasional yang harus didahulukan," kata Hasto dilansir detikcom, Minggu (22/5/2022).


Asalkan Diusung jadi Capres, Cak Imin Mau Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Kedua, ia menyebut Jokowi ingin relawan melihat momentum. Jokowi, kata dia, minta kalkulasi politik diperhitungkan.

"Kedua, melihat momentum. Bahwa berdasarkan konstitusi capres dan cawapres dicalonkan oleh Partai politik atau gabungan parpol sesuai dengan tahapan yang ditetapkan KPU. Dengan demikian terdapat landasan pertimbangan strategik bagi masa depan bangsa yang seharusnya dikedepankan di dalam mencari sosok pemimpin," bebernya.

"Selain itu terkait dengan bagaimana pentingnya kalkulasi politik untuk memastikan kuatnya dukungan rakyat juga menjadi hal yang penting," lanjutnya.

Terakhir, ia menyebut Jokowi meminta agar penentuan capres dipertimbangkan dengan matang.

"Ketiga, bahwa berkaitan dengan kepemimpinan nasional harus melalui pertimbangan yang jernih, dan matang. Sebab yang dicari adalah sosok pemimpin yang mampu mengemban tugas dan tanggung jawab bagi masa depan lebih dari 270 juta penduduk Indonesia," pungkasnya.

PDIP Anggap Koalisi Golkar-PAN-PPP Terlalu Dini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati