logo


Seperempat Umat Manusia Diprediksi Bakal Kekurangan Bahan Pangan jika Konflik Ukraina Terus Berlanjut

Presiden Serbia memperingatkan bahwa konflik Ukraina yang berkepanjangan bisa mengganggu rantai pasokan bahan pangan secara global

22 Mei 2022 13:00 WIB

Ilustrasi, seorang pekerja menyebar tanaman gandum untuk dikeringkan.
Ilustrasi, seorang pekerja menyebar tanaman gandum untuk dikeringkan. Reuters

BELGRADE, JITUNEWS.COM - Presiden Serbia, Alexander Vucic pada Sabtu (21/5) mengatakan bahwa hampir seperempat populasi dunia bisa menghadapi situasi kekurangan bahan makanan jika perang di Ukraina terus berlanjut dalam waktu yang lebih lama.

“Jika sesuatu tidak berubah dalam konflik di Eropa Timur, hampir seperempat dunia akan membutuhkan makanan dalam jumlah dasar, yang akan menciptakan masalah baru,” kata Vucic, dikutip RT.com.

Pada awal Mei kemarin, dia mengaku optimis jika Serbia akan terhindar dari kekurangan pangan yang dia prediksi akan melanda sebagian besar populasi planet pada musim dingin mendatang, yang dia katakan akan menjadi “yang terberat dalam 70 tahun.”


Zelensky Desak Italia Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi terhadap Rusia

Vucic memuji hubungan dekat Serbia dengan Hongaria, menjelaskan bahwa negara itu telah menjadi mitra dagang terbesar kedua di dalam UE. Presiden Hongaria Viktor Orban, juga hadir pada pidato pembukaan, sependapat, menambahkan bahwa kedua negara memiliki sektor pertanian yang kuat.

Sementara mengakui “inflasi yang melonjak, kenaikan harga, kelaparan dan konflik di Ukraina,” Orban mengatakan bahwa Serbia dan Hungaria bisa menjalin kerjasama yang lebih erat.

“Kabar baik… bahwa, berdasarkan pembicaraan dengan Vucic, saya dapat mengatakan bahwa Hongaria dapat mengandalkan Serbia, Serbia pada Hongaria. Kami akan mengalami musim dingin yang sulit, tetapi Serbia dan Hongaria memiliki cadangan makanan yang penting, kedua negara kami aman dalam hal gas alam,” lanjut pemimpin Hongaria itu, seraya mengkritik tindakan yang tidak dapat diterima secara ekonomi yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap Rusia.

PM Hungaria Sebut Sanksi Anti-Rusia Bisa jadi Bumerang bagi Uni Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia