logo


Hungaria Minta Uni Eropa Berlakukan Embargo terhadap Pengiriman Minyak Rusia via Jalur Laut

Menteri Luar Negeri Hungaria mengatakan bahwa pihaknya sangat bergantung pada pasokan minyak Rusia melalui jalur darat

21 Mei 2022 15:30 WIB

Menlu Hungaria Peter Szijjarto
Menlu Hungaria Peter Szijjarto istimewa

BUDAPEST, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, mengatakan bahwa pemerintahnya mengusulkan kepada Uni Eropa untuk memberlakukan embargo terhadap pengiriman minyak Rusia yang melalui jalur laut saja, tidak pada pengiriman lewat darat

"Jika Uni Eropa ... ingin menghukum Rusia di sektor minyak, maka perkenalkan embargo pengiriman minyak laut, karena sejauh ini merupakan bagian terbesar dari pengiriman minyak Rusia ke Eropa, karena pengiriman pipa adalah minoritas, dan jika Anda memberikan pengecualian untuk pengiriman pipa, maka ekonomi kita dapat terus beroperasi, dan kemudian Uni Eropa akan mencapai tujuannya juga," kata Szijjarto kepada Fox News.

Diplomat itu menambahkan bahwa ekonomi Hungaria tidak memiliki alternatif selain minyak Rusia.


Erdogan Desak Swedia Beri Tindakan Keras terhadap Militan Kurdi sebelum Bergabung dengan NATO

“Jika kita terputus dari minyak Rusia, secara fisik tidak mungkin membeli cukup minyak dari sumber lain untuk mengoperasikan negara kita, ekonomi kita. Jadi, ekonomi kita akan mati tanpa gas Rusia, apalagi untuk mentransformasi kilang kita secara teknologi agar bisa mengolah gas dan minyak jenis lain selain Rusia, maka kita akan membutuhkan investasi 550 juta Euro lagi," kata Szijjarto.

Menurut sang menteri luar negeri, jumlah total investasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan membangun kembali sistem kilang bisa sekitar 1 miliar euro.

Pada hari Rabu, Szijjarto mengatakan bahwa Hungaria berencana mempercepat pembangunan unit baru di pembangkit listrik tenaga nuklir (NPP) Paks untuk membawa mereka ke dalam operasi pada tahun 2030, sebagai badan nuklir negara Rusia Rosatom menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan proyek tersebut.

"Karena krisis energi, perlu untuk mempercepat pengembangan PLTN Paks ... Uni Eropa memperjelas bahwa penggunaan energi atom untuk keperluan sipil dibebaskan dari sanksi, dan kami ingin melanjutkan perluasan Paks," kata Szijjarto kepada parlemen.

AS Dituduh Bangun Sejumlah Pangkalan Militer di Yaman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia