logo


Waspada Wabah Cacar Monyet, WHO Langsung Gelar Pertemuan Darurat

Badan Kesehatan Dunia dilaporkan langsung menggelar pertemuan darurat dengan para pakar kesehatan untuk membahas soal penyebaran virus cacar monyet

20 Mei 2022 20:00 WIB

Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memutuskan untuk mengadakan pertemuan darurat dengan para ahli kesehatan untuk membahas wabah cacar monyet sehubungan dengan kasus infeksi virus tersebut yang meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan media Inggris, The Telegraph, pada hari Jumat (20/5), pertemuan itu membahas mengenai cara penularan virus, prevalensinya yang tinggi pada pria gay dan biseksual, serta masalah pengembangan vaksin.

Pada 7 Mei, Badan Keamanan Kesehatan Inggris menjadi pihak pertama di Eropa yang secara terbuka melaporkan kasus cacar monyet. Kasus pertama terdeteksi pada seorang pasien yang baru saja bepergian dari Nigeria. Sejak itu, kasus cacar monyet juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Australia, Kanada, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Amerika Serikat.


Cegah Agresi Rusia, Polandia Siap Bangun Pangkalan Militer Permanen NATO

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit virus langka yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan tingkat kematian berkisar antara 1% hingga 10%. Penyakit ini sebenarnya tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang, tetapi mungkin memiliki komplikasi.

Selama ini, sebagian besar kasus infeksi cacar monyet terjadi di Afrika Tengah dan Barat dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening serta ruam yang meluas di tubuh, mirip dengan gejala yang terlihat pada pasien cacar air biasa.

Masa inkubasi virus tersebut biasanya berlangsung dari enam sampai 13 hari tetapi bisa bertahan hingga 21 hari. Gejala umum cacar monyet adalah demam, nyeri otot, serta ruam pada tubuh.

Virus Baru Cacar Monyet Sudah Menyebar di Spanyol dan Sejumlah Negara Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia