logo


UAS Dinilai Bisa Persatukan Bangsa, Musni Umar Contohkan Kasus Ratu Ganja

Musni Umar menilai UAS bisa mendapat banyak dukungan seperti yang dialami Schapelle Corby.

20 Mei 2022 13:12 WIB

Musni Umar
Musni Umar politik.rmol.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sosiolog Musni Umar menyesalkan ulah para buzzer yang gencar mencemooh Ustaz Abdul Somad (UAS) pasca ditolak masuk di Singapura. Ia menilai UAS, selaku ulama, sangat tidak pantas menerima perlakuan semacam itu.

“Saya sedih UAS dijadikan bahan olok-olok pr buzzer. Padahal UAS seorang ulama dan ulama adalah pewaris para Nabi,” tulisnya, seperti dikutip dari akun Twitter @musniumar, Jumat (20/5).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu merasa kasus penolakan UAS oleh Singapura bisa mempersatukan bangsa RI. Ia mencontohkan kasus ratu ganja, Schapelle Corby yang dulu membuat penduduk Australia merapatkan barisan.


UAS Ditolak di Singapura, Kemlu: KBRI Sudah Melakukan Tugasnya

“Sejatinya kasus UAS persatukan bangsa Indo, seperti Australia ketika Ratu Ganja Schapelle Corby ditahan dan dihukum 12 tahun. Bangsa Australia bersatu untuk bebaskan Corby,” ujar Musni.

Untuk diketahui, Schapelle Corby pada 2004 silam ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Di dalam tasnya, ditemukan 4,2 kg ganja.

Pada Mei 2005, Corby dinyatakan bersalah dan dihukum penjara selama 20 tahun. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 juta, atau menjalani enam bulan tambahan jika tidak membayar.

UAS Ditolak Singapura, Eko Kuntadhi Singgung soal Intropeksi Diri

Halaman: 
Penulis : Iskandar