logo


Rusia Sebut Ketahanan Pangan Global Terancam Gara-gara Keputusan Negara Barat

Dubes Rusia menuding kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat terhadap Rusia telah mengancam ketahanan pangan global

19 Mei 2022 23:00 WIB

Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov Politico

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov, pada Kamis (19/5) mengatakan bahwa ketahanan pangan global saat ini berada di bawah ancaman karena “keputusan ekonomi makro yang tidak kompeten” dari Barat dan dampak pandemi Covid-19.

“Masalah muncul jauh sebelum dimulainya operasi khusus Rusia di Ukraina. Mereka diperparah oleh gelombang sanksi anti-Rusia sepihak, tidak sah, yang merusak kepercayaan pada negara-negara Barat karena perilaku mereka yang tidak menentu,” katanya, seperti dikutip oleh RT.com.

“[Sanksi] juga mengganggu rantai pasokan dan aliran keuangan internasional,” tambahnya.


WHO Desak Rusia Sediakan Akses Kesehatan ke Kota-kota Ukraina yang Mereka Kepung

“Selain itu, ancaman pembatasan tambahan menyebabkan lebih banyak kepanikan dan ketidakstabilan,” lanjutnya.

Tuduhan itu muncul sebagai tanggapan atas klaim yang sebelumnya dilontarkan oleh pemerintah AS bahwa tindakan militer Rusia di Ukraina-lah yang menyebabkan krisis pangan global. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyalahkan Moskow atas meningkatnya kerawanan pangan global dalam pidatonya pada pertemuan PBB di New York pada hari Rabu (18/5).

“Beberapa telah mencoba menyalahkan sanksi yang dijatuhkan pada Federasi Rusia oleh Amerika Serikat dan banyak negara lain karena hal itu memperburuk krisis (pangan) ini. Ini salah. Ketika kami menjatuhkan sanksi kepada Rusia untuk mengakhiri perang secepat mungkin, kami dengan sengaja dan hati-hati membuat pengecualian untuk barang-barang pertanian dan pupuk,” katanya.

“Seperti keputusannya untuk memulai perang yang tidak dapat dibenarkan ini, tanggung jawab atas gangguan pasokan ini dan penderitaan yang ditimbulkannya di seluruh dunia terletak tepat dan semata-mata pada pemerintah Rusia,” tambahnya.

Kanselir Jerman Bilang Tak Ada Jalan Pintas bagi Ukraina untuk Jadi Anggota Uni Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia