logo


WHO Desak Rusia Sediakan Akses Kesehatan ke Kota-kota Ukraina yang Mereka Kepung

Direktur Jenderal WHO meminta Rusia untuk menyediakan akses yang memungkinkan layanan kesehatan diberikan kepada warga sipil Ukraina yang membutuhkan

19 Mei 2022 22:00 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JENEWA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta pemerintah Rusia memastikan akses yang aman ke tempat-tempat di Ukraina yang dikendalikan atau dikepung pasukannya, untuk memungkinkan layanan kesehatan diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tentang situasi di Ukraina dan peran Rusia dalam masalah kesehatan global.

“Saya meminta akses aman ke Mariupol, Kherson, Zaporizhzhia Selatan & daerah terkepung lainnya untuk memberikan bantuan kesehatan. Warga sipil harus dilindungi,” kata Tedros dalam postingan Twitter-nya.


Turki Nggak Akan Setop Impor Gas dari Rusia

Ketegangan di dalam Hubungan antara badan kesehatan PBB tersebut denga Rusia meningkat sejak Moskow melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Anggota WHO di kawasan Eropa mengeluarkan resolusi pekan lalu yang dapat mengakibatkan penutupan kantor regional Rusia dan penangguhan pertemuan di negara itu.

Menurut laporan Interfax, Wakil ketua majelis rendah parlemen Rusia, Pyotr Tolstoy, menyerahkan daftar kesepakatan Rusia dengan badan-badan internasional, termasuk WHO, kepada pihak DPR Rusia pada awal pekan ini dan mengusulkan agar langkah selanjutnya dapat ditarik.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan nasionalisme anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat di negara tetangganya tersebut. Sementara itu, Ukraina dan negara-negara Barat menyebut tindakan Rusia itu sebagai agresi yang tidak beralasan.

Erdogan Janji Tak Akan Ijinkan Finlandia dan Swedia Gabung dengan NATO

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia