logo


Meski Sudah Dibantu, Ukraina Masih Saja Kecewa dengan AS dan Jerman

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa AS dan Jerman sejauh ini masih enggan mengirimkan senjata-senjata yang diminta oleh Ukraina

19 Mei 2022 20:33 WIB

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Ukraina dikabarkan kecewa dengan Amerika Serikat karena hingga saat ini maih enggan mengirimkan sistem peluncur roket jarak jauh (MLRS) untuk bertahan menghadapi serangan militer Rusia.

Menurut laporan Politico pada Rabu (18/5), sejumlah pejabat Ukraina yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa meski pemerintahan Volodymyr Zelensky sudah meminta kepada pemerintah AS untuk mengirimkan sistem roket tersebut selama berbulan-bulan, namun Washington belum menanggapinya. Amerika Serikat sendiri sebelumnya khawatir jika penggunaan MLRS tersebut berpotensi meningkatkan intensitas serangan Rusia.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebut namanya mengatakan kepada Politico bahwa Washington dan Kiev sudah melakukan diskusi yang mendalam mengenai MLRS tersebut. Meski demikian, lanjutnya, tidak semua senjata yang diminta oleh Ukraina bisa segera dikirim oleh AS.


Desak AS Berhenti Intervensi Isu Taiwan, Beijing: China Akan Mengambil Tindakan Tegas

Menurut laporan Poltico, keengganan pemerintahan Joe Biden untuk mengirimkan MLRS kepada Ukraina bukan tanpa alasan. Mereka khawatir jika senjata tersebut dapat digunakan oleh pasukan Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia, sehingga situasi konflik semakin memanas.

Media Jerman, Die Welt, melaporkan bahwa pemerintah Ukraina juga kecewa dengan Jerman. Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmitry Kuleba menanyakan kepada Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht soal pengiriman pengiriman senjata anti-pesawat Gepard, yang sebelumnya dijanjikan oleh Jerman.

Menurut laporan, Kuleba meminta senjata tersebut segera dikirimkan atau Jerman segera mengakui jika janji tersebut tidak bisa mereka tepati.

Sejumlah narasumber anonim Ukraina mengatakan kepada Die Welt jika pembicaraan Jerman-Ukraina semakin sulit.

Bantuan Finansial bagi Ukraina Jadi Agenda Utama Pertemuan G7

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia