logo


Jelang KTT G20, IDI Jajaki Kerja Sama dengan Negara Anggota

IDI menjajaki kerja sama dengan Concelho Federal de Medicina.

19 Mei 2022 19:20 WIB

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambangi Kantor Kedutaan Besar Brazil untuk Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (18/5)
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambangi Kantor Kedutaan Besar Brazil untuk Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (18/5) Dok. IDI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambangi Kantor Kedutaan Besar Brazil untuk Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (18/5). Kunjungan yang dilakukan Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi SpOT bersama Bendahara Umum PB IDI, dr Wirawan Jusuf MPH ini bertujuan menjajaki kerja sama IDI dengan Concelho Federal de Medicina.

Untuk diketahui, Concelho Federal de Medicina adalah konsil kedokteran di Brazil yang sifatnya independen di luar pemerintahan. Namun di Brazil, Concelho Federal de Medicina ini punya kewenangan yang lebih besar ketimbang IDI di Indonesia. Konsil kedokteran ini sama peranannya dengan asosiasi dokter seperti IDI di Indonesia.

Kedatangan dr Adib dan dr Wirawan ini pun disambut langsung oleh Wakil Duta Besar Brazil untuk Indonesia, Daniel Barra Ferreira. Kedua pihak terlihat antusias membahas rencana-rencana yang dapat dikolaborasikan guna meningkatkan peran dan kualitas dunia kedokteran di kedua negara. Salah satunya yakni membuat kerja sama dgn Concelho Federal de Medicina untuk mengembakikan tingkat kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19 yang telah melanda sejak tahun 2020 lalu.


Golkar Berharap PDSI dan IDI Bisa Berhubungan Baik

Selain itu, sowan pertama kepengurusan PB IDI ke pemerintahan negara-negara sahabat ini juga membahas penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang akan dihelat di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.

IDI, kata dr Adib, ingin mendorong peran dunia kedokteran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia. Apalagi di era pandemi seperti saat ini serta ancaman nyata konflik dunia, membuat konsil kedokteran tidak bisa bekerja sendiri-sendiri menyelesaikan persoalan.

"IDI sebagai organisasi tunggal profesi kedokteran di Indonesia punya peran penting untuk menyukseskan penyelenggaraan KTT di Bali November mendatang. Tentu kami ingin mengawali pembicaraan dengan berbagai konsil kedokteran negara-negara G-20 untuk merumuskan kerjasama-kerjasama apa yang dapat dikolaborasikan guna membangun peradaban dunia yang sehat," kata dr Adib kepada media, Kamis (19/5).

Sementara itu, dr Wirawan Jusuf mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut mengawali rencana penjajakan kerja sama IDI dengan organisasi kedokteran negara-negara sahabat lainnya. Kolaborasi ini penting, kata dr Wirawan, untuk meningkatkan kualitas dokter dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

"IDI punya concern besar untuk memajukan kualitas dunia kedokteran di Tanah Air. Oleh sebabnya agenda-agenda seperti ini akan kita masifkan agar tercipta kolaborasi dan kerjasama dengan negara-negara sahabat," kata dr Wirawan menutup.

Ini Kata Ketum IDI Bila Organisasi Kedokteran Lebih Dari Satu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata