logo


Sesalkan Singapura Tolak UAS, Ustaz Hilmi: Entah di Mana Radikalnya

Ustaz Hilmi berharap Singapura bisa belajar pada Malaysia yang memperlakukan UAS dengan baik.

19 Mei 2022 13:54 WIB

UAS dan Hilmi Firdausi (kanan)
UAS dan Hilmi Firdausi (kanan) twitter.com/hilmi28

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penolakan Singapura atas kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) turut disesalkan oleh Ustaz Hilmi Firdausi. Menurutnya, Singapura harus belajar pada negara lain, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam yang sangat memuliakan UAS.

“Singapura harus belajar dari jirannya Malaysia & Brunei yang begitu memuliakan UAS, bahkan memberikan gelar DR & Profesor kepada beliau,” tulisnya di akun Twitter @hilmi28, dikutip Kamis (19/5).

Ustaz Hilmi lantas mempertanyakan cap radikal yang dilekatkan pada diri UAS. Ia menyinyalir sikap pemerintah Singapura itu merupakan dampak narasi buruk dari pembenci UAS di Indonesia.


UAS Ditolak Masuk Singapura, Ngabalin: Bukan Urusan Pemerintah RI

“Acara beliau pun selalu ramai di sana, entah di mana radikalnya? Kecuali memang ada pembisik dari sini?” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan salah satu poin UAS ditolak masuk karena dianggap menyebar ajaran ekstremis dan bersifat segregasi.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Tak Mau Sebut Ustaz, Denny Siregar Anggap Abdul Somad Belum Penuhi Kriteria

Halaman: 
Penulis : Iskandar