logo


UAS Ditolak Masuk Singapura, Ngabalin: Bukan Urusan Pemerintah RI

Setiap negara punya kewenangan untuk membolehkan seseorang masuk wilayahnya atau tidak.

19 Mei 2022 11:40 WIB

Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin twitter.com/alingabalinew

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penolakan Singapura atas kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) memantik perbincangan banyak pihak. Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memastikan kasus tersebut di luar kewenangan pemerintah Indonesia.

"Bukan urusannya pemerintah RI, urusannya dengan kedaulatan negara Singapura. Mereka punya kewenangan untuk beri penilaian apakah seseorang itu bisa datang," ujar Ngabalin, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Kamis (19/5).

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan salah satu poin UAS ditolak masuk karena dianggap menyebar ajaran ekstremis dan bersifat segregasi.


Curiga Ada Motif Politik, PKS Desak Singapura Cabut Pernyataan Soal Alasan Penolakan UAS

Selain itu, Singapura juga mengkritik UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Khotbah Bom Bunuh Diri Jadi Sebab Ditolak Singapura, UAS: Itu Bukan Pendapat Saya

Halaman: 
Penulis : Iskandar