logo


Soal Pelonggaran Masker, PAN Berharap Bisa Buka Pintu Fase Endemi

Saleh memberikan apresiasi terhadap kebijakan pelonggaran masker

18 Mei 2022 14:15 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, memberikan apresiasi terhadap kebijakan pelonggaran masker. Saleh berharap kebijakan ini bisa meningkatkan produktivitas masarakat.

"Saya mengapresiasi kebijakan pelonggaran pemakaian masker yang ditetapkan oleh pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi nasional," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/5).

Saleh mengatakan bahwa kebijakan ini sudah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang.


Jokowi Tinjau Lokasi Formula E, PAN: Mengakhiri Seluruh Polemik Buruk

"Saya yakin, kebijakan ini sudah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang. Selain penyebaran virus Corona yang sudah turun, pelaksanaan vaksinasi yang sudah hampir merampungkan tahap I dan II menjadi pertimbangan. Apalagi didukung oleh penggalakan vaksin booster yang semakin hari semakin tinggi di tengah masyarakat," katanya.

Meski ada pelonggaran masker, Saleh mengimbau untuk tetap memakai masker ketika berada di tempat ramai.

"Di tempat-tempat keramaian harus tetap memakai masker. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus tetap dilaksanakan. Begitu juga cuci tangan, itu harus menjadi kebiasaan," katanya.

Saleh berharap kebijakan ini bisa membuka pintu untuk mengalihkan ke fase endemi. Saleh mengatakan bahwa untuk menuju fase endemi, ada banyak faktor yang perlu dikaji.

"Saya berharap, bahwa kebijakan terbaru ini dapat membuka pintu untuk mengalihkan kita ke fase endemi. Fase endemi ini tentu bisa dilalui bersama jika ada kesadaran untuk saling menjaga dan saling mengingatkan. Saling menjaga kesehatan, saling mengingatkan agar semua bisa sehat," ujar Saleh.

"Soal menuju fase endemi itu, kita tentu harus bersabar. Ada banyak faktor yang masih perlu dikaji dan didalami. Jika nanti sudah dianggap tepat, status endemi tersebut pasti akan diumumkan," sambungnya.

Jokowi Bolehkan Buka Masker, MUI: Masjid Gelar Karpet dan Sajadah Lagi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata