logo


Soal Rencana Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Erdogan: Kami Tidak Bisa Mengatakan 'Ya'

Presiden Turki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendukung rencana Finlandia dan Swedia untuk bergabung menjadi negara anggota NATO

17 Mei 2022 20:00 WIB

Presiden Turki Reccep Erdogan
Presiden Turki Reccep Erdogan istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Turki tidak bisa mengatakan "ya" untuk rencana Finlandia dan Swedia bergabung menjadi anggota NATO. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (16/7).

"Kami tidak bisa mengatakan ya. Jika tidak, NATO tidak akan menjadi organisasi keamanan, melainkan akan menjadi tempat di mana akan ada banyak perwakilan teroris. Kami tidak bisa mengatakan ya, (kami) tidak bermaksud menyinggung," kata pemimpin Turki itu dalam sebuah konferensi pers pada Senin.

Menurut presiden Turki, Ankara tidak dapat mempercayai jaminan dari kedua negara Nordik tersebut bahwa mereka tidak akan mendukung kelompok "teroris". Kelompok teroris yang dimaksud oleh Turki salah satunya adalah orang-orang Kurdi yang tinggal di Swedia dan Finlandia yang diduga berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK)


Hadapi Tekanan NATO, Presiden Belarusia Minta Negara Sekutu Rusia untuk Bersatu

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan bahwa Ankara tidak akan mengatakan "ya" kepada mereka yang menjatuhkan sanksi pada Turki.

Dia menambahkan bahwa delegasi dari Finlandia dan Swedia akan mengunjungi Turki pada hari Senin, tetapi mereka "tidak perlu repot" jika mereka ingin mencoba meyakinkan Ankara.

Pada saat yang sama, dia menegaskan kembali bahwa Turki tidak ingin mengulangi “kesalahan” yang sama ketika setuju untuk menerima kembali Yunani ke dalam sayap militer NATO pada tahun 1980. Yunani sendiri sejauh ini sudah berulang kali terlibat sengketa wilayah dengan Turki.

 

Kebijakan Sanksi Uni Eropa atas Rusia Tak Akan Berhasil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia