logo


Hadapi Tekanan NATO, Presiden Belarusia Minta Negara Sekutu Rusia untuk Bersatu

Presiden Alexander Lukashenko menyebut negara-negara barat selama ini sudah secara kolektif menjatuhkan tekanan terhadap negara-negara bekas Uni Soviet

17 Mei 2022 19:18 WIB

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko istimewa

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, telah meminta negara anggota aliansi militer pimpinan Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) untuk bersatu. Menurutnya, negara-negara NATO saat ini sudah memperpanjang situasi konflik di Ukraina untuk melemahkan Moskow.

Berbicara pada pertemuan puncak para pemimpin CSTO di Moskow, Lukashenko mengatakan "sanksi neraka" terhadap negaranya dan Rusia dapat dihindari jika kelompok itu berbicara dengan satu suara.

“Tanpa front persatuan, negara Barat secara kolektif akan membangun tekanan di wilayah bekas-Uni Soviet,” kata Lukashenko, dikutip Al Jazeera.


Rusia Minta PBB Gelar Investigasi soal Dugaan Pengembangan Senjata Biologi Amerika di Ukraina

Menurut Perdana Menteri Belarusia, Roman Golovchenko, ekspor tahunan Belarusia senilai $16-$18 miliar ke Barat sudah diblokir karena kebijakan sanksi yang sebelumnya diberlakukan oleh Uni Eropa.

“Karena sanksi, hampir semua ekspor Belarusia ke negara-negara Uni Eropa dan Amerika Utara telah diblokir,” kata Golovchenko.

Lukashenko sebelumnya bersikeras bahwa Minsk harus terlibat dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina. Pemimpin berusia 67 tahun yang sudah berkuasa di Belarusia sejak 1994 itu, juga menuduh negara-negara Barat mendukung ide-ide Nazi dan "berperang dengan Rusia" di Ukraina.

“Para pengikut Nazi terobsesi dengan gagasan balas dendam, tetapi mereka tidak siap untuk berperang secara terbuka melawan ahli waris rakyat Soviet,” kata Lukashenko.

“Itulah sebabnya mereka membanjiri Ukraina dengan senjata, dan mengobarkan perang,” katanya.

Potensi Terjadinya Perang Skala Besar Bakal Meningkat jika Ukraina Gabung NATO

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia