logo


Pasokan Senjata AS dan NATO Bikin Konflik Ukraina Semakin Mengkhawatirkan

Duta Besar Rusia mengatakan bahwa negara-negara NATO semakin terlibat dalam konflik Ukraina dengan terus mengirimkan senjata bagi Kiev

15 Mei 2022 19:15 WIB

Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov Politico

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov pada hari Sabtu (14/5) mengatakan bahwa situasi di Ukraina semakin mengkhawatirkan setelah Amerika Serikat dan sekutunya semakin terlibat dalam konflik dengan terus memasok senjata ke Kiev.

"AS sedang ditarik lebih dalam dan lebih dalam ke dalam konflik dengan konsekuensi yang paling tak terduga untuk dua kekuatan nuklir," kata Antonov dalam sebuah wawancara, dikutip Sputniknews.

Antonov mengatakan bahwa Rusia dan AS adalah dua kekuatan yang bertanggung jawab atas keamanan di dunia dan menilai situasi konflik Ukraina sangat "mengkhawatirkan" karena Washington terus memasok banyak senjata berat ke Ukraina, yang memprovokasi Moskow untuk membalas.


Vladimir Putin Bilang Negosiasi Kiev-Moskow Terhenti karena Ukraina Tak Berminat Melanjutkannya

Diplomat tersebut menambahkan bahwa kebijakan AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap jalur pipa gas Nord Stream 2 juga membuat Eropa semakin bergantung pada Washington.

"Upaya luar biasa dilakukan oleh Amerika untuk membubarkan proyek NS1 [Nord Stream 1], dan akhirnya mereka berhasil hari ini... Proyek NS2 [Nord Stream 2] baru saja ditutup. Siapa yang menang? Tentu saja, AS, yang memaksakan LNG mahal mereka ke dunia dengan harga tinggi. Eropa menjadi lebih bergantung pada Washington," tambah Antonov.

Nord Stream 2 adalah proyek pipa gas yang mampu mengirimkan pasokan gas hingga 55 miliar meter kubik per tahun dari Rusia melintasi Laut Baltik ke Jerman. Baik Amerika Serikat maupun Ukraina sangat keberatan dengan proyek tersebut. Moskow mendesak negara-negara Barat untuk berhenti mempolitisasi peluncuran Nord Stream 2, dengan alasan bahwa itu adalah proyek komersial yang bermanfaat bagi Rusia dan Uni Eropa.

Operasi jalur pipa gas tersebut akhirnya dihentikan secara sepihak oleh pemerintah Jerman usai Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022 kemarin. Selain itu, negara-negara barat juga menjatuhkan berbagai macam sanksi yang bertujuan untuk melemahkan perekonomian Rusia.

Senjata yang Dikirim oleh Amerika kepada Ukraina Bakal Berakhir di Tangan Teroris

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia