logo


Senjata yang Dikirim oleh Amerika kepada Ukraina Bakal Berakhir di Tangan Teroris

Sejumlah pakar menilai pasokan senjata Amerika Serikat dan sekutunya ke Ukraina kemungkinan besar akan berakhir di tangan kelompok teroris, dimana hal tersebut sangat berbahaya bagi keamanan dunia

15 Mei 2022 18:59 WIB

Pelaku terorisme.
Pelaku terorisme. Shutterstock

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pakar keamanan Iran mengatakan bahwa senjata-senjata yang dipasok oleh Amerika Serikat dan sekutunya ke Ukraina mungkin akan berakhir di tangan teroris atau mengarah pada munculnya organisasi teroris baru.

“Senjata Amerika yang saat ini dipasok ke Ukraina kemungkinan besar akan diselundupkan ke kelompok ekstremis, baik di Ukraina atau di luar Ukraina, atau ke kelompok teroris, termasuk ISIS, untuk mempersenjatai mereka atau membuat organisasi baru dengan nama lain," kata Akila al-Taya, pakar keamanan Iran, kepada Sputniknews pada Minggu (15/5).

Sebagai contoh, al-Taya mengutip peristiwa tahun 2014, ketika ISIS, yang saat itu telah merebut kota-kota di Irak utara dan barat, berhasil mengambil alih sejumlah besar peralatan militer Amerika dan senjata yang tersisa di pangkalan militer.


Harga Bahan Pangan Meroket, Jerman Salahkan Rusia

Seorang pakar militer Irak, Jalil Khalaf, menilai senjata yang dipasok Amerika Serikat ke Ukraina menimbulkan bahaya bagi "seluruh dunia."

"Amerika telah mengirim banyak senjata dan yang disebut sukarelawan neo-Nazi ke Ukraina. Fakta ini merupakan bahaya besar tidak hanya untuk negara-negara ini, tetapi juga untuk seluruh dunia, karena tidak ada yang mengesampingkan bahwa senjata ini dapat pergi ke ekstremis atau bahkan ISIS," kata Khalaf.

Amerika Serikat dan negara-negara NATO diketahui sudah mengirimkan banyak pasokan senjata dan bantuan kemanusiaan bagi Ukraina, yang tengah menghadapi serangan militer dari Rusia.

Vladimir Putin Bilang Negosiasi Kiev-Moskow Terhenti karena Ukraina Tak Berminat Melanjutkannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia