logo


Harga Bahan Pangan Meroket, Jerman Salahkan Rusia

Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa meningkatnya harga pangan di berbagai negara di seluruh dunia merupakan akibat dari strategi perang hibrida Rusia

15 Mei 2022 12:30 WIB

Menlu Jerman Annalena Baerbock
Menlu Jerman Annalena Baerbock istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan bahwa melonjaknya harga bahan pangan di seluruh dunia merupakan akibat dari strategi perang hibrida yang diterapkan oleh Rusia. Klaim itu ia lontarkan pada hari Sabtu (14/5) setelah pertemuan G7.

“Rusia membuat keputusan secara sadar untuk mengubah perang melawan Ukraina menjadi ‘perang biji-bijian,’” kata Baerbock, dikutip RT.com.

Menurutnya, lonjakan harga pangan ini kini terjadi di berbagai negara, dan mempengaruhi ketahanan pangan di negara-negara Afrika.


Rusia Sebut Uni Eropa Bakal Bubar Gara-gara Ukraina

”Ada ancaman kelaparan yang brutal.Kita tidak boleh naif tentang ini,” tambahnya.

“itu adalah instrumen yang sangat disengaja dalam perang hibrida yang saat ini sedang dilancarkan (oleh Rusia),” jelasnya.

Dia mengatakan negara-negara G7 ingin mencari cara alternatif untuk mengirimkan gandum dari Ukraina ke seluruh dunia.

Awal pekan ini dalam postingan Twitter, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan: “Sementara Ukraina biasa mengekspor hingga lima juta ton biji-bijian per bulan, (namun) pengirimannya terhenti karena blokade Kremlin terhadap pelabuhan Ukraina.”

Washington mengklaim bahwa tindakan semacam itu membuat "jutaan orang di dunia berisiko menghadapi wabah kelaparan".

Namun, Moskow segera membalas dengan menyatakan bahwa meroketnya harga pangan disebabkan oleh kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat terhadap Moskow.

Turki Bersedia Evakuasi Warga Sipil dan Pejuang Ukraina dari Mariupol

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia