logo


Turki Bersedia Evakuasi Warga Sipil dan Pejuang Ukraina dari Mariupol

Juru bicara Kepresidenan Turki mengatakan bahwa pihaknya siap mengevakuasi para pejuang Ukraina dan warga sipil yang saat ini masih terjebak di pabrik baja Azovstal, Mariupol

15 Mei 2022 12:00 WIB

Fasilitas pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol, Ukraina
Fasilitas pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol, Ukraina The Guardian

ANKARA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Turki telah menawarkan untuk mengevakuasi para pejuang Ukraina dan warga sipil dari pabrik baja Azovstal, di Mariupol, yang terkepung oleh pasukan Rusia. Hal itu disampaikan oleh penasihat utama Kepresidenan Ibrahim Kalin kepada Reuters pada hari Sabtu (14/5).

Saat ini, hanya pejuang dari resimen neo-Nazi Azov dan beberapa unit militer Ukraina yang tetap berada di dalam fasilitas tersebut. Pekan lalu, baik Rusia maupun Ukraina mengatakan evakuasi warga sipil dari kompleks industri yang luas itu telah selesai.

Di bawah skema yang ditawarkan oleh Turki, para pejuang dan warga sipil yang terluka akan dibawa keluar dari pabrik melalui jalur darat ke pelabuhan Berdyansk di Ukraina, dan kemudian dikirim ke Istanbul.


Rusia Tak Punya Niat Bermusuhan dengan Finlandia dan Swedia

“Jika bisa dilakukan seperti itu, kami senang melakukannya. Kami siap. Bahkan kapal kami siap untuk pergi dan membawa tentara (Ukraina) yang terluka dan warga sipil lainnya ke Turki, ”kata Kalin, menambahkan bahwa rencana itu mungkin masih terwujud.

“Itu mungkin terjadi, ya. Saya percaya itu mungkin terjadi,” tambahnya.

"Perahu masih di Istanbul. Sudah siap berlayar tapi kami menunggu izin terakhir dari pihak Rusia dan Ukraina untuk pergi ke Berdyansk dan membawa tentara yang terluka itu ke Turki", tambahnya.

Pasukan Ukraina yang bersembunyi di pabrik baja telah berulang kali mendesak para pemimpin negara lain, termasuk Presiden Turki Erdogan, untuk membantu mereka keluar dari Mariupol.

Namun, mereka telah bersumpah untuk terus berjuang, menolak untuk menyerah kepada pasukan Rusia dan Republik Rakyat Donetsk.

Rusia Sebut Uni Eropa Bakal Bubar Gara-gara Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia