logo


PBB Kecam Tindak Pembunuhan terhadap Jurnalis Al Jazeera di Tepi Barat

DK PBB mendesak agar segera dilakukan penyelidikan atas tewasnya jurnalis Al Jazeera saat meliput kerusuhan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di Tepi Barat

14 Mei 2022 20:11 WIB

Jurnalis Shireen Abu Akleh
Jurnalis Shireen Abu Akleh Istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengutuk tindak pembunuhan terhadap seorang jurnalis Al Jazeera berkebangsaan Palestina-Amerika Serikat, Shireen Abu Akleh, di Tepi Barat.

Kecaman tersebut merupakan sebuah hal langka yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB mengenai masalah yang berkaitan dengan Israel. Terlebih, DK PBB juga menyerukan agar segera dilakukan "penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan tidak memihak" atas tewasnya sang jurnalis.

Dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (14/5), DK PBB menekankan pentingnya kebebasan media dan perlunya perlindungan keselamatan bagi para jurnalis yang bekerja di daerah berbahaya atau zona konflik. Hal itu disampaikan oleh seorang diplomat PBB, yang berbicara dengan syarat anonim.


Kepala Pentagon Desak Rusia Hentikan Serangan di Ukraina

Sementara itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB juga menyerukan penyelidikan atas pembunuhan itu, dengan mengatakan bahwa insiden itu mungkin saja merupakan tindak kejahatan perang.

Abu Akleh, seorang jurnalis berkebangsaan Palestina-Amerika yang bekerja untuk saluran televisi Arab Al Jazeera, dilaporkan terkena peluru tajam Israel pada Rabu pagi (11/5), saat dia melakukan peliputan mengenai serangan militer Israel di kota Jenin yang berlokasi di Tepi Barat, sebuah wilayah Palestina yang selama ini diduduki oleh Israel.

Turki Tolak Rencana Swedia dan Finlandia Gabung dengan NATO

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia