logo


Mossad Gagalkan Rencana Iran Bunuh Seorang Petinggi Militer AS di Jerman

Badan intelijen Israel, Mossad, dikabarkan berhasil menggagalkan rencana pembunuhan terhadap salah satu petinggi militer AS di Jerman.

14 Mei 2022 09:45 WIB

Badan Inteljen Israel, Mossad
Badan Inteljen Israel, Mossad istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Agen mata-mata Israel Mossad dilaporkan telah menangkap seorang pria dan menuduhnya telah merencanakan serangkaian aksi pembunuhan, termasuk terhadap seorang jenderal AS yang tidak disebutkan namanya di Jerman. Hal itu dilaporkan oleh seorang diplomat Israel yang bekerja di Turki dan seorang jurnalis di Prancis. Menurut Saluran 12 Israel dan outlet berita Iran International yang berbasis di Inggris, rencana serangan itu diperintahkan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Mansour Rasouli yang berusia 52 tahun diduga dibawa keluar dari Iran pada bulan April dan diinterogasi sampai dia mengaku, kata media. Dia juga dilaporkan dijanjikan lebih dari $ 1 juta untuk membunuh sang jenderal.

Menurut laporan media, Rasouli adalah anggota kelompok kriminal Iran yang terlibat dalam penyelundupan, perdagangan narkoba dan pencucian uang, tetapi dirinya juga "dekat" dengan IRGC.


Rusia Sebut Bergabungnya Finlandia ke dalam NATO Bikin Eropa Tak Aman

Iran, bagaimanapun juga, membantah tuduhan itu dalam sebuah video. Bertentangan dengan tuduhan Mossad, Rasouli menyatakan telah diculik dan dipaksa untuk mengaku di bawah siksaan atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan atau rencanakan. Dia menekankan bahwa dia hanya seorang petani, bukan pembunuh bayaran.

“Penjahat menculik saya […] Mereka meletakkan tas di atas kepala saya dan membawa saya ke lokasi yang tidak diketahui. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka akan membunuh saya dan keluarga saya dan menyiksa saya dengan kejam. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya harus mengatakan semua yang mereka katakan kepada saya — bahwa saya adalah utusan Pengawal Revolusi dan bahwa saya dikirim untuk membunuh orang-orang di Eropa dan Turki," kata Rasouli dikutip Sputniknews.

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri AS belum mengomentari laporan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Antony Blinken sebelumnya pernah mengklaim bahwa ada IRGC terus-menerus mengancam akan menyerang para pejabat dan mantan pejabat AS. IRGC sendiri merupakan pasukan khusus Iran yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai organisasi teroris pada tahun 2019.

Dubes Finlandia Bilang Tidak Ada Ancaman Militer Langsung dari Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia