logo


Sampeong, Si Kacang Hijau Tahan Penyakit, Tertarik Budidaya?

Varietas kacang hijau ini agak tahan terhadap penyakit layu bakteri dan terhadap bercak daun

1 Juni 2015 09:34 WIB

Budidaya kacang hijau ( Foto : Istimewa )
Budidaya kacang hijau ( Foto : Istimewa )

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kacang hijau alias Vigna radiata adalah salah satu palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku Fabaceae ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian telah melepas berbagai varietas unggul kacang hijau. Diantaranya adalah varietas sampeong. Varietas ini rata-rata memiliki daya hasil diatas 1,5 t/ha, dengan umur tanaman dapat dipanen 60-75 hari.

Untuk menentukan pilihan varietas apa yang akan diusahakan, diantaranya didasarkan pada warna biji. Warna biji pada tanaman kacang hijau adalah hijau kusam, dan hijau mengkilat. Ciri lainnya adalah berat 100 biji, ciri ini menunjukkan ukuran biji. Diantara kelima varietas tersebut, varietas kenari memiliki berat 100 biji paling tinggi, yaitu mencapai 6,7 gr, sedangkan yang paling rendah adalah varietas Sampeong, dengan berat 2,5-3 gr/100 biji. Varietas sampeong sangat cocok digunakan untuk membuat kecambah.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Deskripsi Varietas. Tanaman kacang hijau sampeong termasuk tanaman yang bertipe tumbuh tegak, kebiasaan tumbuh saat berbunga  26-28 hari, rata-rata tinggi tanaman 56,8 cm, waktu masak 84-90 hari, dan umur tanamannya 90-95 hari.

Bentuk batang tanaman ini tegak, warna batang hijau, penyempitan polongnya tergolong sedang, jumlah polong per tanaman 14-20, bentuk polong tidak berpinggang, bentuk paruh kecil agak melengkung, tekstur tanaman polong agak kasar, dan hasil polong 1,6-2,5 ton/ha.

Selain itu, jumlah biji per polong 3/4/2/1 biji, tidak ada waktu dormansi (biji masak segar), bentuk biji lonjong datar pada ujungnya, ukuran biji 30-40 gram/100 biji, warna biji rose/merah muda, dan warna hipokotil/pinofor ungu.

Sifat Khusus Tanaman. Menilik kandungan gizinya, kacang hijau sampeong memiliki kandungan protein 24-29 % dan kandungan lemak 45-49 %. Varietas kacang hijau ini agak tahan terhadap penyakit layu bakteri, rentan terhadap karat daun, dan agak tahan terhadap bercak daun.

Agroekologi. Tanah yang pas untuk budidaya kacang hijau yaitu yang mempunyai pH 5, 8. Bila pH kurang dari 5, tanah baiknya diberi kapur terlebih dulu, dengan saat 2-4 minggu saat sebelum penanaman. Selain itu, kacang hijau suka pada tanah gembur dengan saluran pembuangan air yang baik. Tanah sawah bekas padi dapat dipakai untuk tempat penanaman kacang hijau, serta sisa-sisa tumbuhan padi seperti jerami dapat segera dibenamkan.

Pengolahan kering dikerjakan lewat cara mencangkul atau dibajak agar bisa diratakan. Serta tiap-tiap 5-6 m di buat saluran pengairan. Pada tempat kering, kacang hijau ditananam pada akhir musim hujan. Serta tanaman ini dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan tanaman jagung atau umbi kayu.

Langkah Budidaya. Untuk tempat yang belum dulu ditanami kacang pada mulanya, maka mesti dikerjakan inokulasi bakteri. Caranya, yakni benih kacang dibasahi dengan air secukupnya serta digabung dengan cara rata dengan legin 10 gram serta sedikit dibasahi. Sepanjang 1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang telah dionokulasi lekas ditanam.

Sesudah tanah telah dilubangi, lalu input benih pada lubang pertama, tiap-tiap lubang berisi 2 butir benih serta diikutii dengan memasukan pupuk pada lubang du serta tiga serta metupnya dengan tanah.

Sedang jarak yang umum digunakan yakni panjang 20-20 cm serta lebar 10-20 cm. bila ditanam pada musim penghujan umumnya jaraknya 40 x 15 cm. tengah bila ditanam pada musim kemarau 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm.

Pengairan pada kacang hijau dibutuhkan terlebih pada tempat sawah irigasi, terlebih pada waktu tanaman alami saat perkembangan vegetatif. Bila ditanam pada sawah tadah tak perlu di beri air. Karena tanah tetap lembap apabila ditanam pada waktu tetap hujan. Kacang hijau pada saat generatif sedikit membutuhkan air.

Penyulaman bisa dikerjakan sesudah tanaman berusia 17 hari sesudah penanaman dikerjakan. Penyulaman dikerjakan lewat cara sediakan tanaman cadangan yang ditanam diluar area tanaman. Penyulaman dikerjakan bila 5% lubang tanaman tak ditumbuhi tanaman prima.

Penyiangan umumnya dikerjakan 2 x. Pertama saat tanaman telah berusia 2 minggu serta ke-2 pada saat berusia sebulan. Penyiangan dikerjakan untuk bersihkan tanaman pengganggu atau gulma.

Pemupukan dikerjakan 2 x, pertama diberikan pada waktu tanam, serta yang ke-2 diberikan mendekati tanaman berbunga atau pada waktu tanaman usia sebulan. Dosis pupuk yang didapatkan yaitu urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha serta KCL 50-75 kg/ha.

Langkah pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang lalu ditutup dengan tanah jarak lubang pupuk 5-6 cm. Lalu lubang ke-2 yang jaraknya 10 cm lalu tutup dengan tanah. Pupuk jangan sempat kontak segera dengan benih, lantaran perkecambahan bakal terhalang.

Usia kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen bisa dikerjakan saat beberapa besar polong sudah kering serta gampang pecah, panen dikerjakan dengan dipetik serta dikerjakan saat pagi hari. Polong yang telah dipetik lalu dijemur sesudah kuning input kedalam karung serta dipukul-pukul supaya biji lepas dari polong, serta setelahn itu kerjakan penapian untuk memisahkan biji-biji yang rusak. Biji yang telah bersih lalu dijemur lagi hingga 2-3 hari. Biji lalu simpan dalam kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida supaya tak terserang hama bubuk. (berbagai sumber)

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana