logo


Menko PMK: Butuh Peran Akdemisi Untuk Wujudkan Kesejahteraan Digital di Indonesia

penggunaan teknologi digital yang semakin masif secara teknis telah membawa ketimpangan dalam hal akses teknologi

11 Mei 2022 17:40 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peradaban kita dewasa ini diwarnai oleh berkembangnya teknologi digital. Secara kuantitatif jumlah pengguna internet dan telepon pintar di dunia, termasuk Indonesia, semakin meningkat dan menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat dan wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa penggunaan teknologi digital di Indonesia telah pesat sejak adanya pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan keynote speech Halal Bi Halal Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) pada Rabu (11/5).


Menko PMK Besuk Korban Jatuh Wahana Perosotan Kenjeran Park

"Ini sekarang sudah mulai terjadi. Kita bisa saksikan ketika mau tidak mau kita harus mengambil keputusan bahwa anak-anak sekolah kita karena ada wabah Covid-19 harus belajar daring dari rumah. Yang artinya harus menggunakan teknologi informasi yang ada," ujarnya.

Namun, kata Menko PMK, penggunaan teknologi digital yang semakin masif secara teknis telah membawa ketimpangan dalam hal akses teknologi. Hal ini berkaitan dengan konteks keadilan dan kesejahteran digital yang menuntut adanya pemerataan akses masyarakat terhadap sarana-prasarana teknologi digital.

"Untuk masyarakat urban (perkotaan) yang memiliki akses cukup besar tidak ada masalah, tetapi masyarakat rural (pedesaan) yang jauh dari akses internet, jauh dari akses teknologi informasi tentu saja dia akan semakin tertinggal," jelasnya.

"Satu sisi ini adalah proses percepatan, tetapi di satu sisi ada yang tertinggal dan yang tertinggal akan semakin jauh tertinggal," imbuh Muhadjir.

Karena itu, menurut Menko Muhadjir, tugas dari akademisi dan cendekiawan untuk ikut membantu mewujudkan kesejah teraan digital dan mengentaskan ketimpangan akses teknologi digital ini. Melalui kampus UICI, dia berharap ada kontribusi nyata untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah ketimpangan ini.

"Maka tugas UICI termasuk KAHMI bagaimana memastikan bahwa yang tidak terjangkau ini tidak tertinggal terlalu jauh. Dan kita harus punya misi suci bagaimana kita ikut terlibat dalam penanganan ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir Rektor UICI Prof. Dr. La Ode Kamaluddin, Ketua Harian Presidium Majelis Nasional KAHMI Dr. Ahmad Doli Kurnia, Para tokoh KAHMI: Dr. Ir. Akbar Tandjung, Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. Siti Zuhro, Dr.Hamdan Zoelva, Dr. Alfan Alfian, Ir. Subandriyo

Sebagai informasi, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menciptakan sistem pendidikan berbasis online model baru, yaitu Digital Integrated Learning System (DILS), yang mengintegrasikan teknologi Learning Management System (LMS), Digital Simulator Teaching Learning System (DSTLS), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).

Dalam penyelenggaraannya, UICI berdasarkan tiga filosofi dasar, yakni integrasi budaya digital, keislaman, dan keindonesiaan. Sehingga outcome dari pendidikan ini adalah lahirnya suatu generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, juga memiliki karakter kreatif, inovatif, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam.

Kemenko PMK Gelar Halal Bihalal bersama Pegawai

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar