logo


Putin Bilang Rusia Tak Biberi Kesempatan untuk Selesaikan Konflik Donbass dengan Damai

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia bisa saja menyelesaikan konflik saudara di Donbass dengan damai, tapi tidak mendapat tanggapan dari Ukraina

10 Mei 2022 16:30 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin Sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikan konflik di Donbass secara damai.

"Jika ada kesempatan sekali saja untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara lain yang damai, tentu saja kami akan mengambilnya. Tapi kami tidak diberi kesempatan seperti itu," kata Putin, berbicara kepada Artyom Zhoga, ayah dari Vladimir Zhoga, komandan militan Donetsk yang tewas dalam pertempuran pada bulan Maret 2022 kemarin.

Putin mengatakan pasukan Rusia yang ikut ambil bagian dalam operasi militer khusus di Ukraina "berjuang dengan berani, heroik, profesional", dan bahwa "hasilnya akan tercapai, dan tidak ada keraguan tentang ini".


Australia Kembali Desak Kepulauan Solomon Batalkan Kerjasamanya dengan China

Vladimir Zhoga merupakan seorang komandan Batalyon Sparta dari Militan Rakyat Donetsk. Dia terbunuh pada 5 Maret selama pertempuran sengit untuk merebut kota Volnovakha yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Ukraina. Zhoga (28 tahun) dan ayahnya, diketahui bergabung dengan Batalyon Sparta pada tahun 2014, setelah terjadinya aksi kudeta yang didukung oleh negara-negara barat di Kiev.

Wilayah Donbass sendiri sudah menghadapi situasi perang saudara besar-besaran pada musim semi 2014, ketika pemerintahan baru di Kiev mengirim pasukan militer dengan tujuan menghancurkan gerakan separatis pro-Rusia.

Rusia sendiri mulai mendorong resolusi damai untuk konflik di Donbass pada musim panas 2014, dan ikut serta dalam perjanjian damai Minsk dan Minsk II pada September 2014 dan Februari 2015. Pada tahun-tahun berikutnya, Moskow menggunakan statusnya sebagai penjamin perjanjian untuk mendorong penyelesaian konflik saudara di Ukraina Timur tersebut, dimana wilayah Donbass akan diintegrasikan kembali ke Ukraina dengan syarat Kiev memberikan status otonomi khusus untuk wilayah Donetsk dan Lugansk.

Namun, permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari Ukraina sehingga konflik terus berlanjut hingga saat ini.

 

Uni Eropa Minta Aset Rusia yang Dibekukan Dipakai untuk Rekonstruksi Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia