logo


Soal Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR, Demokrat: Sangat Tidak Elok

Pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR yang dimenangkan oleh tender dengan harga Rp43,5 miliar

10 Mei 2022 09:32 WIB

Lambang Partai Demokrat
Lambang Partai Demokrat ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid, menanggapi soal pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR yang dimenangkan oleh tender dengan harga Rp43,5 miliar. Anwar menilai bahwa hal itu tidak elok.

"Sangat tidak elok dan sense of crisis-nya kurang," kata Anwar kepada wartawan, Senin (9/5).

Anwar mengatakan bahwa Sekjen DPR RI membuat anggaran sesuai prioritas. Menurutnya, sekarang ini rakyat lebih membutuhkan.


Fahri Hamzah Berpesan agar Oposisi Dibantu, Teddy Gusnaidi: Anda Mengajak untuk Melindungi PKS?

"Kesekjenan itu dalam membuat anggaran sistem prioritas lah," ucapnya.

"Kalau perlu di masa kondisi negara dalam resesi ini untuk rumah jabatan sekedar gorden, laundry, juga bisa daripada mengeluarkan anggaran negara sementara rakyat sangat membutuhkan," lanjut Anwar.

Sebelumnya, Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, menanggapi soal tender gorden rumah dinas yang dimenangkan oleh PT Bertiga Mitra Solusi.

"Dengan demikian usia atau masa pemakaiannya sudah 12 tahun sehingga sudah banyak yang lapuk dan rusak. Sejak tahun 2020, sudah banyak permintaan dari anggota Dewan kepada Kesetjenan untuk mengganti gorden, vitrase, dan blind di unit-unit RJA, yang kondisinya sudah tidak layak," kata Indra melalui keterangan tertulis, Senin (9/5).

"Pada Tahun Anggaran 2022 baru didapatkan alokasi anggaran untuk penggantian gorden, vitrase, dan blind. Namun hanya bisa dialokasikan untuk 505 unit RJA Kalibata," terangnya.

Sayangkan soal Tender Gorden Rumah Dinas Anggota DPR, MAKI Minta Dibatalkan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata