logo


Serukan Umat Muslim Baca Qunut Nazilah Jelang Kemerdekaan Israel, MUI: 14 Mei Sangat Melukai Warga Palestina

MUI berharap dengan doa Qunut Nazilah itu umat muslim dapat mengatasi musuh kemanusiaan.

9 Mei 2022 05:30 WIB

MUI
MUI tigapilarnews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim meminta umat Muslim memanjatkan doa Qunut Nazilah saat peringatan kemerdekaan Israel pada 14 Mei 2022. Ia berharap dengan doa Qunut Nazilah itu umat muslim dapat mengatasi musuh kemanusiaan.

"Kepada seluruh umat Islam, sesuai dengan Tausiyah Lebaran MUI baru-baru ini, diserukan agar memanjatkan doa Qunut Nazilah saat melaksanakan salat dalam waktu yang panjang," kata Sudarnoto dilansir detikcom, Minggu (8/5/2022).

"Qunut ini adalah Sunnah Rasul Muhammad yang dilakukan saat keadaan umat sangat genting seperti ketakutan (al-Khouf), paceklik (Qahth), wabah (Waba'), hama (Jaraad), teraniyaya (Madhlum). Dengan doa Qunut ini diharapkan agar umat Islam bersatu padu, tidak bertikai, sehingga mampu mengatasi musuh kemanusiaan, musuh agama dan musuh peradaban," jelasnya.


Masjid Al Aqsa Diserang Zionis Israel, Aqsa Working Group: Apartheid Yahudi yang Rasis

Ia mengatakan bahwa kemerdakaan Israel sangat melukai warga Palestina. Ia pun menyebut akan terjadi ekskalasi pertentangan.

"Bagi warga Palestina, kemerdekaan Israel 14 Mei sangat melukai dan karena itu hari pengusiran yang menimpa mereka pada tanggal 15 Mei adalah hari bencana atau Yaum an-Nakbah dan selalu diperingati oleh warga Palestina dengan memperkuat perlawanan terhadap Israel. Tanggal 14 dan 15 Mei yang akan datang akan menjadi hari-hari yang akan menimbulkan ekskalasi pertentangan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemerdekaan Israel bertepatan dengan hari pengusiran terhadap warga Palestina pada tahun 1948. Ia menyebut saat itu ratusan ribu warga Palestina sangat menderita.

"14 Mei yang akan datang merupakan hari yang penting bagi Zionisme Israel yaitu peringatan kemerdekaan Israel beriringan dengan terjadinya pengusiran besar-besaran terhadap warga Arab Palestina pada tanggal 15 Mei 1948. Diperkirakan ada 700 ribuan warga Palestina yang mengalami penderitaan yang sangat luar biasa, diusir, dibunuh, dan bahkan tidak sedikit perempuan yang diperkosa oleh kelompok Zionis ini," bebernya.

Amerika Serikat Kecam Rencana Israel Bangun Lebih Banyak Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati