logo


Bantah Belum Ajukan Izin Istora Senayan untuk May Day, Partai Buruh: Kami Sudah Teleponan

Said Iqbal mengklaim bahwa pihaknya telah mengajukan izin kepada pengelola GBK melalui sambungan telepon

7 Mei 2022 20:42 WIB

Said Iqbal
Said Iqbal Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Partai Buruh Said Iqbal membantah pernyataan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) yang mengatakan tidak ada reservasi GBK untuk penggunaan venue Istora GBK pada tanggal 14 Mei 2022 dalam peringatan Hari Buruh.

Said Iqbal mengklaim bahwa pihaknya telah mengajukan izin kepada pengelola GBK melalui sambungan telepon. Setelah itu mendaftar online 3 minggu sebelum lebaran.

"Secara telepon kami sudah melakukan diskusi, dilakukan rekaman jadi tidak bisa berkelit. Sudah 4 kali bertelepon dengan pimpinan pengelola Istora Senayan. Dalam pembicaraan memang diarahkan mendaftar secara online, 3 minggu sebelum lebaran," katanya dalam konferensi pers, Sabtu (7/5/2022).


Kritik Subsidi Ubah Rp 1 Juta, Said Iqbal: Hanya Akan Dinikmati Pekerja Luar Kota Besar

"Tetapi kami menunggu pengelola JIS, maka kami belum melakukan pembayaran DP atau uang muka, diminta Rp 100 juta karena sewanya Rp 300 juta. Nggak ada masalah kita ikuti aturannya," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi maintenance atau pemeliharan GBK sampai tanggal 12 Mei. Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar May Day pada tanggal 14 Mei 2022.

"Melalui percakapan telepon dengan pengelola GBK dan Istora Senayan terkonfirmasi 14 Mei tidak dipakai. Memang ada maintenance tetapi sampai 12 Mei. Setelah lebaran tiba-tiba manajemen Istora Senayan mengumumkan perawatan 14 Mei. Ini ada apa? Ini tanda petik patut diduga berbohong," ungkapnya.

Ia juga mengaku sudah mengirim surat ke otoritas tertinggi pemilik Kompleks GBK dan Istora Senayan yakni Sekretariat Negara. Hal tersebut, lantaran tidak ada respons dari izin sebelumnya.

"Karena kami tidak mendapatkan respon dari manajemen Istora Senayan, maka kami mengirim surat ke otoritas tertinggi pemilik Kompleks GBK dan Istora Senayan, Sekretariat Negara. Surat KSPI kepada otoritas tertinggi Kompleks GBK itu kami ajukan 3 hari lalu karena kami tidak mendapatkan respon dari manajemen GBK," jelasnya.

Desak Jokowi Copot Mendag, Serikat Buruh: Selalu Sebut Mafia Tak Bisa Disentuh, Ternyata Dirjennya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati