logo


Amerika Serikat Kecam Rencana Israel Bangun Lebih Banyak Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Pemerintah AS menilai rencana tersebut memperburuk situasi ketegangan antara warga Palestina dan Israel

7 Mei 2022 12:30 WIB

Pemukiman Yahudi di Jalur Gaza
Pemukiman Yahudi di Jalur Gaza istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Jumat (6/5) mengecam rencana Israel untuk membangun pemukiman baru di wilayah Palestina yang sudah mereka duduki. Kecaman tersebut dilontarkan setelah para pejabat Israel mengatakan bahwa mereka akan menyetujui pembangunan 4.000 unit rumah baru di wilayah Tepi Barat.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri, Jalina Porter, mengatakan bahwa AS mengetahui keputusan Israel untuk mengumumkan langkah tersebut pada 12 Mei.

"Kami sangat menentang perluasan permukiman yang memperburuk ketegangan dan merusak kepercayaan di antara para pihak," kata Porter kepada wartawan selama konferensi pers, dikutip Al Arabiya.


AS Sebut Korut Bakal Segera Lakukan Uji Coba Bom Nuklir

“Program Israel untuk memperluas permukiman sangat merusak prospek solusi dua negara,” kata Porter menambahkan.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel Thomas Nides mengatakan kepada Axios bahwa “dia dan pejabat pemerintahan Biden lainnya telah menjelaskan kepada pemerintah Israel bahwa Washington menentang pembangunan permukiman baru dan memintanya untuk tidak melanjutkannya.”

Keputusan Israel diperkirakan akan memperburuk situasi ketegangan dan insiden kerusuhan yang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara warga Palestina dan Israel. Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem telah menjadi tempat bentrokan baru sementara beberapa serangan juga telah dilakukan terhadap warga sipil Israel.

Pada hari Kamis, dua warga Palestina membunuh tiga warga Israel dan melukai empat lainnya dalam serangan di dalam wilayah Israel.

Porter mengutuk "serangan teroris" dan mengatakan itu "sangat keji" karena dilakukan ketika Israel merayakan Hari Kemerdekaannya.

“Kami tetap berhubungan dekat dengan teman dan mitra Israel kami dan berdiri teguh bersama mereka dalam menghadapi serangan ini,” tandas Porter.

Belasan Pesawat Militer China Kembali Masuki Wilayah Udara Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia