logo


Masjid Al Aqsa Diserang Zionis Israel, Aqsa Working Group: Apartheid Yahudi yang Rasis

Aqsa Working Group mengutuk serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap jemaah Masjid Al Aqsa di Jerusalem, Palestina.

6 Mei 2022 22:52 WIB

Pasukan Israel menyerang jemaah Masjid Al Aqsa
Pasukan Israel menyerang jemaah Masjid Al Aqsa Middle East Eye

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menjelang tanggal 14 Mei 2022, hari perayaan deklarasi apa yang diklaim sebagai kemerdekaan Israel ke 74, Zionis Israel meningkatkan provokasi di Palestina. Mereka kembali menyerang Masjid Al Aqsa, pada Kamis (5/5) pagi waktu Al Quds dimana ratusan jamaah di masjid tersebut terluka dan ditangkap oleh pihak aparat Zionis Israel.

Insiden tersebut memicu kecaman dan kutukan dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Pusat Aqsa Working Group, M. Anshorullah.

"Orang tua, anak-anak, dan perempuan tidak luput dari kedzaliman Zionis. Hal itu mereka lakukan untuk memfasilitasi lebih dari 700 ekstrimis Yahudi melakukan ritual dan parade provokatif di dalam kompleks Al Aqsa," katanya dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews pada Sabtu (6/5).


Rusia Tegas Bilang Kawasan Asia Tengah Bukan Arena Pertempuran Geopolitik

Menurutnya, Ekstrimis Yahudi Pemukim ilegal juga menyerukan pengibaran bendera bintang David di Al Aqsa dan masjid lainnya seperti Masjid Ibrahimi di Al Khalil.

"Serangan itu benar-benar keterlaluan dan melampau batas. Tidak ada kedzaliman yang lebih besar selain menghalang-halangi orang beribadah di masjid (QS. Al Baqarah 114). Itu membuktikan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki komitmen membangun perdamaian di Al Quds, kawasan simbol perdamaian dunia. Semakin jelas, tujuan mereka ingin menghancurkan Masjid Al Aqsa dan mewujudkan ilusi rezim Zionis dalam bentuk negara apartheid Yahudi yang rasis," tambahnya.

Ia menilai bahwa perayaan Deklarasi dari apa yang diklaim sebagai kemerdekaan Israel pada 14 Mei 1948 adalah ilusi dan tidak pernah mendapatkan pengakuan mutlak penduduk bumi. Berbeda dengan negara-negara lainnya.

"Bahkan sampai hari ini tidak kurang dari 30 negara anggota PBB, menentang entitas Israel sebagai negara berdaulat. Sedangkan 147 dari 193 anggota PBB mengakui Palestina sebagai negara berdaulat," tegasnya.

"Zionis Israel dengan seluruh makarnya, sampai hari ini gagal menduduki secara sepenuhnya tanah Palestina setelah tidak kurang dari 100 tahun mereka menjajah. Perjuangan gigih rakyat Palestina mempertahankan Masjid Al Aqsa dan tanah Palestina dilandasi iman tidak pernah berhasil dipadamkan, atas izin Allah Ta'ala. Selain itu, perlawanan dari komunitas global dengan berbagai latar belakang ideologi dan kepercayaan bermunculan, progresif. Bahkan di negara-negara sekutu Zionis Israel," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa masjid Al Aqsa adalah komplek ibadah yang seharusnya dihormati dan dilindungi, sebagaimana Islam juga memerintahkan untuk melindungi tempat ibadah agama lain (QS. Al Hajj 40). Oleh karenanya, tanggung jawab mempertahankan Al Aqsa bukan hanya menjadi kewajiban warga Palestina, melainkan seluruh umat Islam. Bahkan umat manusia atas nama kemanusiaan.

"Aqsa Working Group, bersama semua orang dan kelompok yang pro kemanusiaan dan anti penjajahan akan terus menentang kedzaliman Zionis Israel atas Masjid Al Aqsa dan Palestina, sampai Al Aqsa kembali ke pangkuan umat Islam dan Palestina merdeka," ujarnya.

Pada pernyataan tertulis tersebut, Aqsa Working Group juga menuntut Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan semua sekutunya untuk berhenti bersikap hipokrit; menghukum keras invasi Rusia terhadap Ukraina tetapi membisu terhadap penjajahan Zionis Israel di Palestina, bahkan menjadi sponsor atas penjajahan itu.

Kedudukan Al Aqsa amat tinggi bagi umat Islam sedunia. Oleh karena itu, lanjutnya, diserukan kepada umat Islam untuk merespon serangan ini dan seluruh makar Zionis Israel atas Palestina dengan terus memberikan dukungan untuk usaha-usaha pembebasan Al Aqsa dari tangan Zionis Israel.

"Bahwa persatuan umat Islam sedunia dan tidak berpecah-belah adalah kunci pembebasan Masjid Al Aqsa dan Palestina (QS. Ali Imran 103). Aqsa Working Group menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia dan komunitas internasional, OKI, negara-negara Arab, termasuk pemerintah Indonesia, segera bertindak, melakukan aksi yang benar-benar nyata dan konkret, memaksa Zionis Israel bersama pemukim ekstrimis Yahudi mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menodai situs-situs suci keagamaan di sana," imbuhnya.

Secara khusus, Aqsa Working Group juga mendesak otoritas Yordania untuk melakukan segala upaya guna melindungi kesucian masjid Al Aqsa, mengingat mereka merupakan pemegang hak wakaf atas masjid bersejarah tersebut.

"Khusus kepada Kerajaan Yordania, selaku pemegang hak wakaf atas Masjid Al Aqsa, diserukan untuk melaksanakan amanah wakaf ini sebaik-baiknya. Yaitu melakukan berbagai upaya konkret melindungi kesucian Al Aqsa dan mencegah kedzaliman Zionis Israel atasnya. Karena amanah wakaf atas Masjid Al Aqsa, sejatinya adalah merupakan kemuliaan dan kehormatan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," katanya.

Lembaga tersebut juga meminta semua pihak, khususnya di Indonesia untuk tidak mendukung atau bersimpati kepada Zionis, yang mana pada hakikatnya mendukung Zionis sama saja dengan "mendukung ketidakadilan, pelanggaran HAM, dan melawan UUD 1945 yang secara tegas menentang adanya penjajahan di muka bumi".

"Kepada rakyat Palestina diserukan agar tabah-sabar dan terus menggelorakan perlawanan terhadap Zionis Israel. Tetapi haruslah disadari bahwa perlawanan itu hanya akan berhasil jika semua komponen bersatu padu untuk terwujudnya persatuan nasional. Perselisihan apalagi perpecahan internal hanya akan melanggengkan pendudukan Zionis Israel di Al Aqsa dan Palestina," tegasnya.

Dubes Rusia Bilang Perang Dunia Saat Ini Terjadi di Level Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia