•  

logo


Austria Setuju Gunakan Mata Uang Rubel untuk Bayar Kiriman Gas Rusia

Pemerintah Austria sudah setuju untuk membayar kiriman gas dari Rusia dengan menggunakan mata uang rubel

27 April 2022 21:15 WIB

Mata uang Rubel
Mata uang Rubel Reuters

VIENNA, JITUNEWS.COM - Kanselir Austria Karl Nehammer pada Rabu (27/4) mengatakan bahwa negaranya telah menyetujui skema pembayaran pasokan gas Rusia dengan menggunakan mata uang rubel.

“Kami, yaitu [perusahaan energi negara] OMV, menerima syarat pembayaran, seperti yang dilakukan pemerintah Jerman. Mereka [persyaratan] ditemukan sejalan dengan ketentuan sanksi. Bagi kami, ini penting,” kata Nehammer pada konferensi pers, dikutip Sputniknews.

Dia menambahkan, meski menyetujui kebijakan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah Rusia pada awal April ini, namun Austria masih tetap mendukung kebijakan sanksi anti-Rusia terkait situasi krisis di Ukraina.


Menhan AS Yakin jika Ukraina Masih Bisa jadi Anggota NATO

“Sebelum berita palsu propaganda Rusia masuk, tentu saja, OMV terus membayar pasokan gas dari Rusia dalam euro. Austria menganut sudut pandang dan mendukung sanksi Uni Eropa yang diadopsi secara bersama,” imbuhnya.

Menurutnya, perusahaan minyak dan gas Austria OMV telah membuka rekening yang sesuai dengan bank Rusia untuk mentransfer pembayaran pasokan gas. Nehammer mencatat bahwa selama perjalanannya baru-baru ini ke Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan mekanisme pembayaran baru tersebut. Putin juga sudah menjamin bahwa Rusia akan memasok gas secara penuh kepada Austria.

Pada tanggal 31 Maret, Putin menandatangani dekrit yang menetapkan prosedur baru untuk membayar pasokan gas Rusia oleh pembeli dari negara-negara 'tidak bersahabat' atau negara-negara yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia sebagai tanggapan atas operasi militernya di Ukraina.

Mata Uang Rubel Bakal Tetap jadi Alat Pembayaran Pasokan Gas Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia