logo


Sedih Hasil Survei Kompas Sebut Pemerintah Utamakan IKN Ketimbang Ekonomi Rakyat, Demokrat: Itu Bentuk Protes

Partai Demokrat sebut pemerintah abai terhadap kondisi rakyat

26 April 2022 05:42 WIB

Herzaky Mahendra
Herzaky Mahendra tribunnews.com

JAKARTA, JITUNEWS. COM - Kepala Bakomsta Demokrat Hezaky Mahendra Putra mengaku sedih dengan hasi survei Litbang Kompas yang menyebut publik menilai pemerintah lebih fokus pada pembangunan ibu kota nusantara (IKN) daripada memperbaiki kondisi ekonomi rakyat. Menurutnya, survei itu merupakan bentuk protes rakyat ke pemerintah.

"Menyedihkan. Ini sebenarnya bentuk protes masyarakat secara halus terhadap pemerintah atas abainya pemerintah dengan kondisi ekonomi masyarakat, dengan kesulitan dan berbagai permasalahan yang menimpa masyarakat saat ini," kata Herzaky dilansir detikcom, Senin (25/4/2022).

"Masyarakat sepertinya tidak tahu harus seperti apa lagi memperingatkan pemerintah untuk lebih peduli dengan kesulitan yang masyarakat alami," sambungnya.


Soal Info Kasus Minyak Goreng untuk Danai Tunda Pemilu, Demokrat: Harus Ditelusuri

Herzaky menilai pemerintah membiarkan rakyat menderita dengan mahalnya harga kebutuhan pokok. Sementara pemerintah, kata dia, terlalu fokus pada kegiataan yang tidak memberi manfaat kepada rakyat.

"Empat bulan rakyat dibiarkan kebingungan dan menderita akibat langka dan mahalnya sembako serta lonjakan harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Sedangkan pemerintah terlihat lebih sibuk dengan agendanya sendiri, yang tidak memiliki dampak langsung terhadap perbaikan kondisi ekonomi rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai ruang publik hanya diisi dengan informasi pemindahan ibu kota negara dan wacana penundaan pemilu.

"Pemerintah seperti kehilangan arah dan abai terhadap kondisi masyarakat. Kehilangan sensitivitasnya. Tidak tahu mana yang seharusnya diprioritaskan. Pemerintah harus introspeksi diri dan menata ulang kembali prioritasnya, " pungkasnya.

 

Publik Nilai Pemeritah Fokus Pembangunan IKN Ketimbang Ekonomi, Survei Kompas: Sebabkan Pesimisme

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati