logo


Lindungi Bumi dari Tabrakan Asteroid, China Bakal Kembangkan Sistem Pertahanan Antariksa

Lembaga Antariksa China mengatakan bahwa pihaknya tengah berusaha membangun sistem pertahanan yang mampu mencegah Bumi bertabrakan dengan Asteroid

25 April 2022 16:30 WIB

Planet bumi.
Planet bumi. Pixabay

BEIJING, JITUNEWS.COM - Wakil kepala Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA), Wu Yanhua, pada Minggu (24/4) mengatakan bahwa China berusaha membangun sistem pertahanan yang mampu memantau asteroid secara efektif dan mengubah arah benda langit tersebut agar tidak menabrak bumi.

"Apa yang direncanakan adalah untuk mendirikan sistem pemantauan dan pertahanan asteroid dekat Bumi yang juga mampu melindungi pesawat ruang angkasa," kata Wu dalam acara Space Day of China, kepada China Central Television.

Menurutnya, sistem pertahanan tersebut nantinya akan mencakup elemen yang berbasis di darat maupun luar angkasa. Pihaknya juga akan membuat katalog dan menganalisis asteroid untuk menentukan mana yang berpotensi mengancam Bumi atau aktivitas manusia di luar angkasa. Secara khusus, sistem itu akan melibatkan kerangka simulasi komputer yang akan memodelkan potensi dampak asteroid.


Zelensky Sebut Putin Sudah Lakukan Pelanggaran HAM terhadap Warga Rusia

Sementara itu, menurut laporan The Global Times, proyek ini masih menunggu persetujuan oleh otoritas China. Kantor berita tersebut menambahkan bahwa proyek itu juga membutuhkan “koordinasi dari beberapa departemen.”

China bukan satu-satunya negara yang mengkhawatirkan ancaman asteroid terhadap Bumi. NASA telah mengembangkan proyek serupa juga. Pada November 2021, Badan Antariksa AS tersebut meluncurkan penyelidikan yang dirancang untuk menyerang asteroid kecil untuk menguji apakah perubahan arah melalui tumbukan dapat dilakukan dan apakah ini bisa menjadi pertahanan planet yang efektif terhadap ancaman semacam itu.

Pada Oktober lalu NASA mengatakan bahwa tidak ada asteroid yang diketahui mampu menimbulkan kerusakan serius jika bertabrakan dengan Bumi dalam 100 tahun ke depan, Meski begitu, lembaga tersebut menambahkan bahwa 60% dari batuan luar angkasa tersebut mungkin sebenarnya masih belum ditemukan.

Pada tahun 2013 lalu, sebuah meteor meledak di atas kota Chelyabinsk di Rusia. Meskipun benda langit itu terbakar di atmosfer dan hanya sebagian kecilnya yang mencapai Bumi, ledakan yang dihasilkan dari tabrakannya menyebabkan 1.600 orang terluka, dimana puluhan diantaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Australia Kecam Rencana China Bangun Pangkalan Militer di Kepulauan Solomon

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia