logo


Australia Kecam Rencana China Bangun Pangkalan Militer di Kepulauan Solomon

PM Australia menganggap rencana China membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon sebagai "garis merah" yang tidak dapat diterima oleh Australia

25 April 2022 16:00 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison
Perdana Menteri Australia Scott Morrison south china morning post

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison, pada Minggu (24/4) mengecam rencana China membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon, dan mengatakan bahwa langkah tersebut akan menjadi "garis merah" yang tidak dapat diterima oleh Canberra. Rencana China tersebut sebelumnya juga dikecam oleh Amerika Serikat.

“Bekerja sama dengan mitra kami di Selandia Baru dan tentu saja Amerika Serikat, saya memiliki garis merah yang sama dengan yang dimiliki Amerika Serikat dalam hal masalah ini,” kata Morrison dikutip RT.com.

“Kami tidak akan memiliki pangkalan angkatan laut militer China di wilayah kami di depan pintu kami,” tambahnya.


Uni Eropa Ijinkan Pembayaran Pasokan Gas Rusia dengan Mata Uang Rubel

Kepulauan Solomon, yang merupakan sebuah negara kepulauan kecil yang terletak sekitar 2.000 km di lepas pantai timur laut Australia, telah menjadi sorotan internasional pekan lalu ketika menandatangani pakta keamanan dengan China. Kerjasama tersebut memungkinkan kapal perang China berlabuh di pelabuhan yang berada di Kepulauan Solomon.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare menegaskan bahwa kesepakatan itu diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan "dipandu oleh kepentingan nasional kita." Dia menyatakan pekan lalu bahwa perjanjian keamanan itu tidak mengizinkan China untuk mendirikan pangkalan militer di wilayahnya.

Namun, Australia, Amerika Serikat dan sekutu mereka tetap khawatir dengan perjanjian keamanan China-Kepulauan Solomon tersebut.

“Kenyataannya adalah China telah berubah. China sangat agresif, tindakan campur tangan asing, kesiapan membayar suap untuk mendapatkan hasil... itulah realitas China modern,” kata Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton kepada Sky News.

Dalam pernyataan bersama, AS, Jepang, Australia, dan Selandia Baru mengatakan bahwa perjanjian kerjasama itu menimbulkan "risiko serius bagi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,"

Amerika Serikat memperingatkan bahwa "jika langkah-langkah diambil oleh China untuk membangun kehadiran militer permanen de facto, atau instalasi militer… Amerika Serikat kemudian akan sangat prihatin dan akan mengeluarkan respon yang sesuai”.

Zelensky Sebut Putin Sudah Lakukan Pelanggaran HAM terhadap Warga Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia