logo


Wacana 3 Periode Masih Bergulir, Juru Bicara PKS: Harus Segera Diakhiri

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Billboard yang terpampang di Jl. Veteran - Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jabar.

25 April 2022 14:25 WIB

Ilustrasi pemilu.
Ilustrasi pemilu. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Juru Bicara PKS, Pipin Sopian menyatakan bahwa wacana penundaan pemilu yang berujung pada perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode harus diakhiri atau “Endgame”.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Billboard yang terpampang di Jl. Veteran - Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jabar.

Adanya seruan dari Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi yang menyatakan bahwa Jokowi telah sukses memimpin Indonesia dua periode dan pantas diberi kesempatan melanjutkan kepemimpinannya  dengan memasangkan Jokowi sebagai Wapres dengan Prabowo terlalu dipaksakan. Pasalnya sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi telah membuat masyarakat kian menderita.


Presiden Jokowi Harus Bersikap Tegas Hentikan Isu Penundaan Pemilu dan Tiga Periode

“Wacana itu 3 periode terlalu dipaksakan.  Berbagai kebijakan pemerintah saat ini membuat masyarakat kian sulit. Mulai dari kenaikan harga BBM, minyak goreng, kenaikan pajak hingga adanya rencana menaikkan tarif listrik dan LPG 3 Kg. Wacana memperpanjang jabatan Presiden 3 periode harus “Endgame” atau berakhir pada 2024.” kata Pipin dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Senin (25/4/2022).

Lebih lanjut, Pipin yang juga merupakan putera daerah Purwakarta ini menyoroti sejumlah kebijakan lain yang bermasalah, misalnya memaksakan memindakan Ibu Kota Negara (IKN).

“Pemerintah bersama DPR tampak tidak empati dan tidak memiliki skala prioritas pembangunan. Mega proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dipaksakan dikerjakan di tengah bangsa kita masih dilanda pandemi dan utang pemerintah yang kian membengkak. Per Maret 2022, utang pemerintah telah menyentuh Rp 7.052 Triliun,” lanjut Pipin.

Terakhir, Pipin menilai regenerasi kepemimpinan nasional 2024 harus berjalan untuk kesehatan demokrasi Indonesia.

“Seharusnya Presiden Jokowi menyatakan dengan tegas tidak akan maju sebagai Capres maupun Cawapres pada 2024 nanti. Sudah semestinya regenerasi kepemimpinan 2024 tetap berjalan demi menjaga kesehatan demokrasi Indonesia. Masih banyak tokoh-tokoh bangsa yang kredibel dan layak memimpin Indonesia," kata dia.

"Masyarakat menginginkan pemimpin baru yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, khususnya dalam menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tolak Jokowi 3 Periode, APDESI: Tidak Sesuai Konsitusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar