logo


Keuntungan Belajar Bahasa Mandarin dari Guru Native Speaker

Berikut beberapa manfaat belajar bahasa Mandarin dari native speaker

20 April 2022 13:27 WIB

Ilustrasi belajar bahasa Mandarin
Ilustrasi belajar bahasa Mandarin istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketika berbicara tentang proses belajar bahasa asing, semua metode sebenarnya bisa dibenarkan. Pada dasarnya, kondisi utama di balik penguasaan bahasa asing adalah latihan terus-menerus, yang akan mencakup semua kegiatan dasar, seperti menulis, mendengarkan, membaca dan, di atas semuanya, berbicara.

Pentingnya keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa juga tidak dapat disangkal. Metode ini adalah cara paling interaktif untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah dimiliki.Tidak hanya untuk melatih kosakata, tetapi juga untuk melatih keterampilan pengucapan dan kemampuan untuk mendengarkan dan memahami mitra komunikasi.

Lebih lanjut, cara terbaik untuk melatih keterampilan berbicara bahasa asing adalah menemukan kesempatan untuk berkomunikasi dengan penutur asli atau native speaker. Ini bukan hanya kesempatan besar untuk membangun kenalan baru tetapi juga kesempatan besar untuk meningkatkan pengetahuan bahasa asing.


Segera Buka Kembali Fasilitas Sekolah, PM Skotlandia: Pendidikan Anak adalah Prioritas

Baca artikel ini sampai selesai untuk melihat beberapa alasan utama pentingnya belajar dari guru native speaker.

Alasan #1: Melatih Aksen dan Pengucapan yang Benar

Saat mempelajari bahasa asing di ruang kelas, Anda mungkin akan mendapatkan tata cara tentang pengucapan dan fonetik. Tetapi akan berbeda jika belajar di kelas yang langsung ditangani oleh para guru native speaker. Tidak hanya dapat memberikan kesempatan yang cukup bagi Anda dalam berlatih pengucapan dengan sempurna, Anda juga bisa langsung dikoreksi oleh ahlinya.

Dalam ilmu fonetik ada yang disebut dengan vernakular (atau semilir, bahasa modern), dan sangat sulit bagi para guru yang bukan penutur asli untuk mengajarkan hal ini. Efek vernakular hanya dapat dialami dalam percakapan dengan penutur asli, karena Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan dan meniru aksen serta mempelajari pengucapan yang benar.

Dampak positif lainnya adalah para siswa yang belajar bahasa asing dapat memperhatikan detail yang penting seperti jeda dan intonasi, yang biasanya raib dalam instruksi di kelas.

Alasan #2: Meningkatkan keterampilan terkait lainnya

Belajar dari penutur asli juga bermanfaat bagi keterampilan menulis, membaca, dan, tentu saja, mendengarkan. Saat belajar dengan penutur asli, Anda mendapat kesempatan untuk mempelajari kata-kata baru, meminta bantuan jika ada sesuatu yang tidak jelas dan mendapatkan bantuan dalam memahami beberapa konsep yang mungkin sama sekali asing dengan bahasa dan budaya asli Anda.

Komunikasi reguler dengan penutur asli juga pasti akan memperkaya pengetahuan Anda tentang bahasa baru dan untuk lebih memahami apa yang dikatakan kepada Anda dan memecahkan kode makna teks tertulis.

Alasan #3: Mempelajari budaya

Saat berkomunikasi dengan penutur asli, Anda tidak hanya akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari cara menyempurnakan aksen dan meningkatkan keterampilan belajar bahasa, tetapi Anda juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang budaya dari penutur bahasa asing ini.

Para ahli mengatakan bahwa letak budaya dalam proses belajar bahasa asing sangat penting.

Faktor ini berkontribusi pada kesadaran budaya pelajar, memperluas pandangan, manfaat kompetensi komunikatif dan memungkinkan dialog lintas budaya.

Sesi belajar di kelas yang tidak diajarkan langsung oleh guru native speaker memang akan mencakup beberapa pelajaran yang secara khusus didedikasikan untuk studi budaya, tetapi dengan cara ini Anda hanya belajar tentang budaya secara pasif. Saat berkomunikasi dan belajar dari penutur asli, Anda akan mendapat kesempatan untuk menyelami budaya ini dan bisa langsung meminta seseorang yang hidup dalam budaya ini untuk menjelaskan beberapa hal spesifik kepada Anda.

Semua kelebihan di atas adalah alasan kuat mengapa LingoAce sebagai platform les bahasa Mandarin online hanya menggunakan jasa para guru Mandarin native speaker. Namun, tidak berhenti sampai di situ, startup EdTech ini juga menggunakan proses filterisasi kandidat yang super detil dimana tiap tenaga pengajar harus memiliki sertifikasi CTCSOL dan juga telah lulus Ujian Kemampuan Putonghua dengan nilai minimal 2-A.

Seluruh kandidat yang mendaftar untuk menjadi guru di LingoAce harus melewati 7 tahapan seleksi yang ketat mulai dari pengecekan dokumen resume, wawancara melalui telepon, wawancara online, penilaian uji coba online hingga penilaian akhir pasca-pelatihan. Jadi, hanya ada 2% dari seluruh total kandidat yang berhasil lolos untuk mengajar di platform ini.

Makanya, ayo gabung sekarang di LingoAce dengan memanfaatkan kelas trial tanpa biaya.

Libatkan Masyarakat Setempat, Kementerian PUPR Rampungkan Rusun Ponpes Hidayatul Ulum di Tasikmalaya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia