logo


Harga Minyak Mentah Jadi Permainan Politik

Produsen minyak sengaja menjaga harga minyak berada pada level rendah

29 Mei 2015 10:25 WIB

Ilustrasi harga minyak mentah ( Ist )
Ilustrasi harga minyak mentah ( Ist )

JAKARTA JITUNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia yang fluktuatif, mengindikasikan adanya permainan politik dari beberapa negara. Pasalnya, dugaan harga minyak yang fluktuatif tersebut memiliki kaitan erat dengan permainan produsen minyak di Timur Tengah dalam mempermainkan harga minyak tersebut.

"Dunia mencari keseimbangan baru. Apakah minyak turun terus, ya tergantung Raja Arab tergantung non-OPEC, di antaranya Kanada dan Brasil. Untuk mainkan harga tetap rendah, agar Norsi Russian Oil Company Production tidak dapat mengoperasikan ladang minyaknya," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana kepada wartawan di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Tbk, Jakarta.

Saat ini, Rida menjelaskan, bahwa produsen minyak sengaja menjaga harga minyak berada pada level rendah, hal ini sebagai bentuk antisipasi terhadap harga minyak agar tidak sampai pada level di atas US$ 70 per barel. Pasalnya, bila harga di atas level tersebut, maka Norsi (Rusia) berpotensi memproduksi minyak kembali lantaran memiliki cadangan yang sangat besar.


Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Menguat

"Karena operasi costnya mereka tinggi, maka produksi dihentikan. Kalau harga di atas USD100 per barrel shell oil (dari Amerika) akan membanjiri dunia, maka dibuat turun terus," jelasnya.

Sekadar informasi, Amerika Serikat (AS) dan Rusia berseteru lantaran masalah Ukraina Amerika pun terus memproduksi minyak sehingga membuat harga minyak mentah jatuh di pasaran.

Kendati demikian, pihak Rusia tetap tidak mau untuk menurunkan harga minyak mentahnya lantaran takut kehilangan pasar akibat rendahnya harga minyak mentah di Amerika.

WOWS Jadi Primadona, Praktisi Migas: Kepastian Mendapatkan Minyaknya Lebih Tinggi

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin