logo


7 Cara Memulai Bisnis Dropship

bisnis dropship tanpa modal ini adalah bisnis online yang menerapkan sistem dropshipping.

19 April 2022 19:04 WIB

Ilustrasi bisnis online
Ilustrasi bisnis online plutsubang

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Untuk memulai bisnis online tanpa modal ini kita harus mengetahui cara memulai bisnis dropship yang tepat. Selain itu, hal penting lainnya yang harus dipahami saat membangun bisnis adalah strategi digital marketing yang tepat dan pentingnya menggunakan software manajemen keuangan untuk mengelola finansial bisnis.

Singkatnya, bisnis dropship tanpa modal ini adalah bisnis online yang menerapkan sistem dropshipping. Di mana produk dikirim langsung dari supplier kepada buyer. Sedangkan, peran dropshipper adalah sebagai perantara dari keduanya saja.

Untungnya menjadi dropshipper adalah kita tidak perlu menyimpan stok barang sehingga bisa meminimalisir risiko kerugian akibat sisa stok barang yang tak laku. Agar meraih cuan yang banyak, yuk ketahui cara memulai bisnis dropship.


Juarai Trofeo Bhayangkara 2017, Arema : Pertandingan Sesuai Dengan Harapan

Cara memulai bisnis dropship

1. Menentukan ide bisnis dan target pasar

Tips untuk menentukan ide bisnis dan produk terbaik adalah dengan menggunakan analisis SWOT guna mengetahui apa kelebihan dari produk yang kita tawarkan, bagaimana kekurangannya, seperti apa risiko dan peluang bisnisnya.

Kita bisa melakukan riset melalui produk-produk yang dijual secara online melalui marketplace, e-commerce, atau pun media sosial.

Kita juga bisa melakukan riset melalui Google Trends untuk mencari tahu tren seperti apa saat ini.

2. Riset dan tentukan supplier

Lakukan riset mendalam saat akan memutuskan untuk bekerja sama dengan supplier. Beberapa poin yang harus diperhatikan saat akan melakukan kerja sama dengan supplier, di antaranya:

  • Seperti apa kualitas produk yang dimiliki supplier. Mulai dari bahan yang digunakan, fungsi hingga variasi produk. Karena produk yang dikirimkan ke buyer langsung dari supplier tanpa melalui kita, maka kita juga penting untuk mengetahui bagaimana kualitas dari produk itu sendiri.
  • Jasa ekspedisi apa yang digunakan oleh supplier. Meskipun terlihat sepele, tetapi bila supplier menggunakan jasa ekspedisi yang terkenal baik dan memiliki riwayat pengiriman cepat dan aman biasanya bisa jadi poin plus untuk bisnis dropship kita juga.
  • Bila memungkinkan, tanya juga tentang kebijakan biaya tambahan seperti biaya asuransi, biaya pajak dan biaya administrasi lainnya. Tujuannya adalah agar kita bisa mengoptimalkan harga jual tanpa merugi harus membayar biaya tambahan tersebut.
  • Bagaimana proses invoice pembayaran dan opsi transfer online yang berlaku. Misalnya seperti account bank ataupun pembayaran transfer online
  • Ketahui bagaimana kebijakan refund atau pengembalian barang yang berlaku di tempat supplier tersebut.
  • Pastikan supplier rutin meng-update stok barang.
  • Sebagai fitur tambahan, apakah supplier menerima kustomisasi pengiriman, seperti additional kartu ucapan dan sejenisnya.
  • Terakhir dan terpenting adalah mencari tahu brand image dari supplier tersebut melalui website toko onlinenya, marketplace, e-commerce, dan media sosial. Biasanya di sana akan terlihat testimoni dari buyer lainnya.

3. Menentukan harga jual

Setelah menemukan supplier terbaik melalui hasil riset yang panjang, maka selanjutnya adala bagaimana cara menentukan harga jual produk?

Umumnya, para supplier memiliki kebijakan untuk menentukan harga jual untuk para dropshipper. Hal ini terjadi lantaran supplier tidak ingin harga produk mereka turun di pasaran.

Sekalipun supplier yang menentukan harga jualnya, namun kita tetap akan mendapatkan profit yang lumayan yakni di antara 10 persen sampai 20 persen dari harga produk tersebut, jika bisa mendapatkan potongan harga langsung dari supplier.

Bisa saja kita mendapatkan profit yang lebih dari 20 persen, dengan catatan bahwa kita memiliki strategi marketing yang tepat sehingga tidak terlalu bermain di harga jual tetapi banyak barang yang laku terjual.

4. Membangun brand image bisnis sebagai modal promosi

Meskipun bisnis dropship ini tergolong sebagai bisnis online tanpa modal dengan besaran profit yang telah ditentukan oleh supplier bukan berarti kita tidak benar-benar memikirkan brand identity bisnis dropship ini.

Cara memulai bisnis dropship yang tepat adalah dengan mempertimbangkan brand image bisnis kita agar berbeda dari bisnis online dan bisnis dropship lainnya.

Dengan begitu, dalam pembuatan konten-konten di media sosial hingga pengembangan website toko online kita jadi lebih terarah.

Memang, biasanya dropship akan mendapatkan konten-konten produk dari supplier. Namun, untuk meninggalkan kesan baik agar buyer kembali lagi ke toko kita adalah dengan memberikan keunikan-keunikan melalui konten digital marketing.

5. Pasarkan bisnis melalui marketplace

Tips untuk meraih keuntungan yang maksimal dari bisnis dropshipping kita adalah dengan melakukan variasi jualan melalui marketplace.

Beberapa marketplace yang menyediakan fitur khusus dropshipper adalah Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

Ada banyak artikel yang bisa kita cari untuk mengetahui cara memulai bisnis dropship di Shopee, Bukalapak, atau pun Tokopedia.

Mengapa penting untuk melakuan variasi ini? Sebab, bisnis di marketplace sudah terbukti basis data pelanggannya sehingga tidak terlalu menyulitkan kita untuk menawarkan produk.

Sebagai contoh, cara menjadi dropship di Shopee tanpa modal adalah dengan membeli produk yang diinginkan buyer yang berasal dari supplier yang sudah terpercaya kualifikasinya.

Lalu, di tahap akhir saat akan check out produk, kita bisa memilih fitur Dropship

Produk yang dikirimkan supplier ke buyer nanti akan menggunakan nama kita bukan nama supplier.

Bukalapak juga menerapkan sistem dropshipping yang sama. Sayangnya, di tahun 2018 Tokopedia sudah mengubah sistem dropshipping agar lebih tertata.

Terlepas dari itu, yang terpenting adalah kita bisa mencoba peruntungan bisnis dropship ini langsung dari marketplace-marketplace tersebut untuk memperluas pangsa pasar.

6. Penting memiliki website toko online sendiri

Salah satu cara untuk membangun brand image atau brand identity bisnis dropship kita adalah dengan memiliki situs atau website toko online resmi milik kita sendiri.

Dengan memiliki website toko online sendiri, tanpa sadar tingkat kredibilitas bisnis kita semakin baik.

Sebab, seluruh transaksi pembayaran dilakukan secara online, sehingga untuk meningkatkan rasa percaya dari buyer kepada dropshipper adalah dengan memiliki website toko online yang dikelola sendiri.

Namun, untuk memiliki dan mengembangkan website toko online sendiri bukan perkara yang mudah.

Apabila kita belum bisa merealisasikannya sendiri, kita bisa menyewa jasa pembuatan website dengan biaya yang relatif terjangkau sesuai fitur yang kita inginkan dan butuhkan.

7. Gunakan software akuntansi khusus untuk mengelola keuangan

Mengingat ini bisnis online di mana seluruh transaksi dilakukan secara online, maka sebaiknya kita memanfaatkan software manajemen keuangan khusus untuk membantu mengelola keuangan bisnis.

Salah satu software akuntansi terbaik adalah Spenmo. Seluruh transaksi online dan invoice pembayaran akan tersimpan di dalam satu aplikasi sehingga memudahkan kita untuk memantau riwayat transaksi bisnis.

Selain itu, biasanya software manajemen keuangan ini juga dilengkapi dengan laporan keuangan ataupun kemudahan dalam membayar tagihan kepada vendor atau partner kerja.

Caranya cukup melakukan scan invoice pembayaran lalu kita bisa langsung membayar tagihan tersebut.

Bila bisnis sedang berjalan lancar dan banyak buyer yang membeli, biasanya kita sering lupa untuk membayar tagihan rutin. Kini, tak perlu khawatir lagi karena ada fitur schedule payment yang bisa dimanfaatkan.

Cukup setting akan melakukan transfer online ke nomor rekening tujuan, nominal tagihan, dan kapan kita akan mengirimkan uang tersebut.

Itulah 7 cara memulai bisnis dropship agar menghasilkan keuntungan yang maksimal. Selamat mencoba, ya!

Yuk, Ikutan Kuis Silver Queen Share Your Love!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar