logo


Viral TKA China Pakai Seragam Ala Militer, TNI: Itu Pakaian Buruh Kasar di Negaranya

Pakaian loreng mirip militer milik TKA China merupakan seragam kerja buruh kasar

19 April 2022 11:01 WIB

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) MR 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua New Guinea (RI-PNG)
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) MR 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua New Guinea (RI-PNG) Dok. Mabes TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di PLTU Nagan Raya, Aceh, mengenakan seragam loreng ala militer. Video itu langsung menuai banyak komentar dari netizen

Sementara itu, Dandim 0116/Nagan Raya Letkol Inf Tony Setyo Widodo mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek langsung ke tempat WNA China itu bekerja. Ia menyebut pakaian loreng mirip militer itu merupakan seragam kerja buruh kasar di negaranya.

"Pakaian buruh kasar di negaranya seperti itu, dan kita sudah cek di Imigrasi bahwa yang bersangkutan adalah sebagai buruh di sini," kata Tony seperti dilansir detikcom, Senin (18/4/2022).


Gelar Latihan Militer di Dekat Taiwan, China Desak AS Putuskan Hubungan dengan Taipei

Tony mengatakan bahwa TKA China yang ada di video viral itu tengah ditugaskan mencatat rekan kerja senegaranya yang akan meninggalkan lokasi kerja.

"Dia mengecek pihak internal yang keluar masuk. Dia dipakai di sana karena anggota pengamanan tidak bisa bahasa China. Jadi dia mengecek, misalnya ada yang keluar lokasi itu mau ke mana," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah menghimbau pihak PLTU Nagan Raya, Aceh untuk segera mengganti seragam pekerjanya itu. Ia khawatir akan terjadi kegaduhan di masyarakat apabila seragam kerja TKA China sama dengan pakaian militer.

China Siap Kembangkan Kerja Sama dengan Aliansi Pertahanan Pimpinan Rusia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati