logo


Argentina Ingin Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Venezuela

Presiden Argentina mendesak negara-negara di Amerika Selatan untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Venezuela guna membantu pemulihan perekonomian negara tersebut

19 April 2022 14:00 WIB

Bendera Venezuela
Bendera Venezuela istimewa

BUENOS AIRES, JITUNEWS.COM - Presiden Argentina Alberto Fernandez pada Senin (18/4) mengatakan bahwa negaranya akan sepenuhnya memulihkan hubungan diplomatik dengan Venezuela.

"Argentina ingin sepenuhnya memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Venezuela," kata Fernandez dalam konferensi pers, dikutip Sputniknews.

Menurut Fernandez, Argentina mengambil langkah menuju pemulihan persatuan di kawasan Amerika Latin dan Karibia, dan mendesak negara-negara lain di kawasan itu untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka di Venezuela.


AS Larang Penggunaan Senjata Anti-Satelit

"Venezuela telah melalui masa-masa sulit. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menangani masalah ini dan bekerja dengan pemerintah dan banyak dari masalah ini telah hilang dari waktu ke waktu. Kami melihat bagaimana kesepakatan dalam kelompok kontak memungkinkan proses pemilihan untuk bergerak maju, dan kami percaya inilah saatnya untuk membantu Venezuela memulihkan, melalui dialog, kehidupan normal dalam bernegara dan bermasyarakat. Ini tidak dapat dicapai dengan membiarkannya begitu saja, tanpa duta besar dan perhatian kami," tambah Fernandez.

Venezuela telah terperosok ke dalam krisis politik sejak awal 2019 ketika Juan Guaido, mantan kepala Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Sebagian besar negara Barat, termasuk Amerika Serikat, diketahui mendukung Guaido dan memberlakukan sanksi yang melumpuhkan perekonomian Venezuela. Sanksi tersebut menargetkan industri minyak dan keuangan negara itu.

Namun, beberapa negara lain seperti Rusia, Cina, dan Turki telah menyatakan dukungan mereka terhadap Maduro.

Serahkan Kuesioner kepada Uni Eropa, Ukraina Ingin Segera Gabung Blok Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia