logo


Tolak Bantu Mediasi soal Utang, Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan

Pembacokan terjadi pada Jumat (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

16 April 2022 18:30 WIB

Ilustrasi Pembacokan
Ilustrasi Pembacokan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pria berinisial A (39) di Sunter Agung, Jakarta Utara, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh kerabatnya sendiri, yaitu P (30). Anak korban, Yuliana, menjelaskan kronologi pembacokan yang terjadi pada Jumat (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Korban sedang duduk pesan makan di bengkel pinggir Jalan RE Martadinatha, diserang lewat belakang, sehingga korban tidak bisa melawan," kata Yuliana seperti diberitakan Detikcom, Sabtu (16/4).

Yuliana mengatakan bahwa pelaku ditagih utang oleh kerabat korban lainnya. Pelaku kemudian meminta korban untuk membantu mediasi.


Penyerang Wiranto Divonis 12 Tahun Penjara

"Pelaku orang yang dikenal, dia sedang ada masalah utang dengan salah satu kerabat korban. Lalu pelaku menuntut korban untuk membantu permasalahan tersebut. Karena korban merasa itu bukan tanggung jawabnya, terjadi adu mulut hingga perkelahian. Dipisahkan oleh warga sekitar," jelasnya.

Yuliana mengatakan bahwa korban menolak membantu hingga akhirnya berakhir dengan perkelahian. Korban juga sempat ke rumah pelaku untuk meminta maaf, tapi pelaku tidak ada.

"Setelah itu korban langsung ke rumah pelaku untuk meminta maaf. Tapi sayangnya korban tidak bertemu pelaku, melainkan hanya istrinya. Jadi pelaku tidak tahu kalau korban sudah meminta maaf," sambungnya.

Yuliana mengatakan bahwa pada pagi dini hari pelaku menyerang korban setelah meminjam senjata tajam ke sekelompok pemuda.

"Jam 02.00 WIB pelaku meminjam sajam kepada sekelompok pemuda di tempat tersebut, cuma belum diketahui sajam yang dipakai milik siapa," katanya.

Yuliana mengatakan bahwa pelaku berhasil melarikan diri. Sedangkan korban pulang ke rumah dengan kondisi bersimbah darah. Akibat pembacokan itu korban mendapat enam luka di tubuhnya.

"Ada enam luka kepala, punggung, tangan, dan kaki," kata Yuliana.

Yuliana mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu iktikad baik dari pelaku. Yuliana mengatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum jika tidak ada iktikad baik.

Sementara itu, Kapolsek Tajung Priok Kompol Ricky Prenata Vivaldy mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari korban terkait pembacokan.

"Belum ada laporan," kata Ricky.

Ricky mengatakan bahwa anggota kepolisian melakukan pengecekan terkait kejadian pembacokan tersebut.

"Intinya pasti ada informasi itu nanti kita cari tahu informasinya. Bagaimana di lapangan dengan dikuatkan dengan laporan korban, cari saksi dulu. Kalau betul nanti kita akan lakukan pendalaman," ujar Ricky.

Yasonna Ungkap Lobi Pemerintah Bawa Maria Pauline ke Indonesia

Halaman: 
Penulis : Admin