logo


Dimana Mencari Bibit Atletik di Indonesia

Pencarian bibit atletik ini harus terprogram dan melalui proses

16 April 2022 18:12 WIB

Talkshow virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada hari Rabu, 13 April 2022 dengan tema “Mencari Bibit Atletik”.
Talkshow virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada hari Rabu, 13 April 2022 dengan tema “Mencari Bibit Atletik”. ISLC

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Cabang olahraga atletik merupakan salah satu dari “mother of sports” atau ibu olahraga di dunia. Cabang atletik kini menjadi cabang prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan harapan pembinaan yang maksimal untuk meraih prestasi tertinggi dalam ajang Olimpiade.

Dalam acara Talkshow virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada hari Rabu, 13 April 2022 dengan tema “Mencari Bibit Atletik”, ISLC telah berhasil menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidang atletik.

Adapun narasumber yang hadir diantaranya Wakil Ketua Umum KONI yaitu Mayjend TNI (Purn) dr. Suwarno, Kabid Pembibitan PB PASI yaitu Boedi Darma Sidi, Akademisi sekaligus Ketua Pengrov PASI DKI yaitu Mustara Musa, Pelatih Atletik yaitu Eni Nuraeni dan Atlet Atletik kebanggaan Indonesia yaitu Lalu Muhammad Zohri.


Mantap! Orang Terkaya RI dapat Bonus Atlet dari Presiden, Uangnya Buat...

Dalam acara Talkshow tersbut juga dihadiri oleh presiden ISLC yaitu Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, dalam sambutannya Sylvi panggilan akrabnya menyatakan bahwa pencarian bibit atletik ini harus terprogram dan melalui proses, “bagaimana kita menghilangkan stigma bahwa mencetak atlet tidak by accident, tetapi by design” ujar Sylvi. Beliau berharap tema talkshow kali ini menjadi wadah silaturahmi, edukasi dan mengoptimalkan informasi diantara masyarakat atletik dan masyarakat umum lainnya.

Secara khusus, pemerintah memiliki program dalam pencarian bibit atletik, salah satunya menurut Suwarno sebagai Wakil Ketua Umum KONI keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO), jika dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis akan sangat efektif bagi keberlangsungan atletik di masa depan.

Namun demikian, Suwarno pun menyatakan masih sangat menyayangkan kurikulum pendidikan olahraga saat ini masih sebatas pelengkap pendidikan saja, “dulu pada saat saya SD sudah diajarkan dan dipertandingkan loncat jauh sebagai salah satu nomor atletik," ucapnya

Suwarno juga menambahkan, padahal untuk menemukan bibit atlet atletik perlu dilakukan pembinaan sejak dini dari tingkat grassroot, salah satunya seperti apa yang telah dilakukan oleh Mustara Musa sebagai Ketua Pengprov PASI DKI selama 14 tahun atas konsisten yang dimilikinya untuk terus mengadakan program “Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan”.

Mustara Musa pun meyakini bahwa dengan adanya event-event grassroot seperti ini, akan muncul budaya berlatih lalu terbentuk dan terpantau calon atlet berbakat serta bibit-bibit atletik yang baik.

Pandangan yang sama juga diberikan oleh Boedi Darma Sidi, bahwa dasar atletik diberikan mulai dari sekolah. Selain itu dengan adanya DBON, menjadi dasar untuk melakukan pembinaan atletik secara berjenjang dan berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan Coach Eni serta atlet Lalu Zohri menyatakan bahwa keduanya pernah mengalami sulitnya pembinaan atletik terutama di daerah-daerah. Dukungan pemerintah sangat diperlukan khususnya memperbaiki sarana & prasarana yang masih kurang serta bantuan ekonomi untuk atlet berbakat yang kurang mampu. Tandasnnya

Serahkan Bonus, Jokowi Bangga Prestasi Atlet Asian Para Games Melebihi Target

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan