logo


Kasus Penembakan Laskar FPI Jadi Sorotan AS, Kuasa Hukum: Hentikan Stigma Terorisasi

Azis mengatakan bahwa kelompok Islam tidak lagi dianggap sebagai musuh, namun sebagai aset untuk memajukan peradaban

16 April 2022 07:46 WIB

Aziz Yanuar
Aziz Yanuar Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kuasa hukum keluarga enam laskar FPI yang menjadi korban kasus unlawful killing, Aziz Yanuar meminta semua pihak menghentikan stigma buruk terhadap kelompok tertentu.

Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi kasus unlawful killing penembakan laskar FPI yang disorot Amerika Serikat (AS).

"Saya sudah katakan bahwa hentikan stigma, terorisasi dan hal buruk lain kepada kelompok pengusung kebenaran dan keadilan terutama ke kelompok 'kanan', karena paradigma dan pola politik internasional sudah berubah," kata Azis Yanuar dilansir detikcom, Jumat (15/4/2022).


Diusir Keluar dari Dewan HAM PBB, Rusia: Kami akan Terus Membela Kepentingan Kami

Azis mengatakan bahwa kelompok Islam tidak lagi dianggap sebagai musuh, namun sebagai aset untuk memajukan peradaban. Hal tersebut, kata dia, terlihat dari disahkannya Undang-undang Islamphobia di Amerika Serikat.

"Terbukti dengan adanya UU anti-Islamophobia di AS, di sini malah makin ketinggalan zaman masih aja begitu-begitu saja," ujarnya

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penegak keadilan akan terus mendorong kasus unlawful killing penembakan laskar FPI diusut hingga adil.

"Seluruh pecinta kebenaran dan penegakan hukum berkeadilan akan terus mendorong ini untuk diungkap dan diseret para pelakunya untuk diadili dengan hukum yang adil tentunya, bukan dengan dagelan," bebernya.

Tegaskan Kasus Ade Armando Beda dengan Kasus Laskar FPI, Denny Siregar: Mereka itu Kriminal!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati