logo


Soal PeduliLindungi Langgar HAM, Kemenkes: Tidak Mendasar

Nadia mengatakan bahwa laporan AS tersebut tidak menuduh PeduliLindungi melanggar HAM

15 April 2022 18:57 WIB

Siti Nadia Tarmizi
Siti Nadia Tarmizi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) merilis Laporan Praktik HAM yang menyoroti aplikasi PeduliLindungi. Kementerian Kesehatan menyebut tudingan tersebut tidak mendasar.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Jumat (15/4).

Nadia mengatakan bahwa laporan Amerika Serikat (AS) tersebut tidak menuduh PeduliLindungi melanggar HAM.


Kemenkes Angkat Bicara soal Tidak Disediakannya Vaksin Halal untuk Booster

"Marilah kita secara seksama membaca laporan asli dari US State Department. Laporan tersebut tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM. Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," tutur Nadia.

Nadia mengatakan bahwa PeduliLindungi juga berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," ucapnya.

PeduliLindungi Diduga Langgar HAM, PAN: Tuduhan Itu Tidak Bisa Dianggap Remeh

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata