logo


Korban Begal Jadi Tersangka, Politikus PKB: Tidak Dapat Dikatakan Melanggar

Polda NTB diminta untuk memberikan sanksi kepada polisi yang sudah menetapkan korban menjadi tersangka.

15 April 2022 13:17 WIB

Rano Al Fath
Rano Al Fath dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Korban begal, Murtede alias Amaq Sinta (34), yang ditetapkan sebagai tersangka sudah ditangguhkan dan kembali ke rumah. Politikus PKB, Rano Al Fath, mengatakan bahwa korban yang mempertahankan diri tidak bisa dikatakan bersalah.

Rano minta Polda NTB untuk memberikan sanksi kepada polisi yang sudah menetapkan korban menjadi tersangka.

"Pembelaan darurat (noodweer) dalam rangka mempertahankan diri diatur dalam KUHP Pasal 49 dan tidak dapat dikatakan melanggar asas praduga tidak bersalah atau dikatakan main hakim sendiri, seperti yang disampaikan ke media sehingga membuat kegaduhan. Maka dari itu, nanti Kapolda NTB mungkin bisa dilakukan evaluasi atau pembinaan berupa pemberian sanksi atau seperti apa sesuai kebijakannya," kata Rano kepada wartawan, Jumat (15/4).


UU TPKS Disahkan, Maman Imanulhaq Apresiasi Fraksi dan Srikandi PKB

Anggota Komisi III DPR ini kejadian seperti itu bisa merusak citra Polri.

"Citra Polri sedang bagus dengan beberapa perintah khusus dan inisiatif pak Kapolri yang membuat institusi ini semakin humanis dan dipercaya publik. Dengan adanya kejadian-kejadian seperti ini seperti tidak menghargai upaya yang telah dilakukan Kapolri," ujarnya.

Rano mengatakan bahwa kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran para kapolres.

"Maka dari itu, hal ini harus jadi pelajaran juga untuk para kapolres-kapolres atau pimpinan lainnya agar anggota di bawah itu diberikan pemahaman hukum yang lebih baik lagi agar anggota bisa lebih profesional dalam menetapkan tersangka atau menangani suatu perkara. Jadi kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan bisa diprevensi dengan langkah hati-hati dan terukur," lanjut Rano.

Rano tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi. Menurutnya, patroli polisi harus lebih ditingkatkan lagi dengan maraknya kasus begal.

"Intinya jangan sampai hal seperti ini terulang lah, patroli Polisi juga harus ditingkatkan karena kasus begal, klithih dan premanisme seperti ini masih sangat marak terjadi dan kita sangat butuh polisi untuk menciptakan rasa aman di masyarakat," ucapnya.

Korban Begal jadi Tersangka, Haris Pertama Desak Kapolres Lombok Tengah Dicopot

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata