logo


Ketum PAN Beri Arahan ke Kader soal Amien Rais dan Din Syamsuddin

Zulkifli memberikan arahan kepada pengurus dan jajaran Fraksi PAN DPR soal Pendiri Partai Ummat Amien Rais dan pendiri Partai Pelita Din Syamsuddin

8 April 2022 11:06 WIB

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memberikan arahan kepada pengurus dan jajaran Fraksi PAN DPR soal Pendiri Partai Ummat Amien Rais dan pendiri Partai Pelita Din Syamsuddin. Hal itu disampaikan dalam acara buka puasa internal di kediaman Zulkifli Hasan.

"Acaranya buka puasa internal Fraksi PAN DPR RI saja. Acaranya santai," kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Jumat (8/4).

Viva mengatakan bahwa dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan soal reshuffle kabinet. Viva mengatakan bahwa reshffle kabinet adalah kewenangan Presiden Joko Widodo.


Jokowi Larang Menteri Bicara Penundaan Pemilu, Ini Kata Airlangga Hartarto

"Tidak membahas soal reshuffle kabinet karena itu adalah kewenangan presiden," katanya.

Viva menyampaikan arahan Zulkifli Hasan kepada para kader untuk tetap menjaga hubungan sosial yang baik dengan Amien Rais dan Din Syamsuddin.

"Arahan Bang Zulkifli Hasan, kader PAN harus tetap menghormati Pak Amien Rais dengan Partai Ummatnya atau Pak Dien Syamsudin dengan Partai Pelitanya," ujarnya.

"Kader PAN mesti tetap menjaga hubungan sosial yang baik dengan beliau," imbuhnya.

Viva mengatakan bahwa Zulkifli meminta kader PAN untuk fokus mencapai target partai di pemilu. Viva mengatakan bahwa setiap anggota legislatif harus bertanggung jawab memenangkan PAN.

"Ketum PAN menegaskan untuk fokus pada pencapaian target PAN di pemilu adalah 11% yang setara dengan 64 kursi DPR RI," katanya.

"Makanya setiap anggota legislatif harus bertanggung jawab memenangkan PAN di dapilnya dengan melakukan kerja-kerja politik pemberdayaan yang membawa manfaat bagi masyarakat," kata Viva.

Viva menyebut Partai Ummat dan Partai Pelita memiliki ideologi yang berbeda dengan PAN.

"Basis ideologinya berbeda. Partai Ummat dan Partai Pelita berideologi Islam, sedangkan PAN adalah partai Nasionalis-relijius. Perbedaan ideologi akan menyebabkan ceruk massa dan basis sosial juga berbeda," kata Viva.

"PAN sudah teruji dan terseleksi sejarah sebagai partai yang selalu menjadi peserta pemilu dan yang lolos parliamentary threshold," katanya.

Sebut Luhut Power Politiknya Kuat, Politikus PDIP: Beliau Prime Minister

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata