logo


MAKI Kritik Cepat Urus Perselingkuhan Pegawai KPK, tapi Lamban Urus Laporan Pimpinan KPK

Boyamin mengatakan bahwa sudah dua kali laporan terhadap Pimpinan KPK disampaikan ke Dewas KPK

6 April 2022 09:44 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melontarkan kritikan terhadap Dewan Pengawas (Dewas) KPK karena cepat mengurus kasus perselingkuhan pegawai KPK tapi lambat mengurus laporan terhadap Pimpinan KPK.

"Kritik kepada Dewas betapa cepatnya diurusin, nampaknya kalau yang remeh, kecil dan tidak ada hambatan politik dan hambatan kekuasaan cepat. Tapi di sisi lain untuk pimpinan yang dilaporkan itu lamban sekali khususnya yang menyangkut Pimpinan KPK yang sekarang yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan memberikan kabar bohong dalam jumpa pers sampai sekarang juga belum," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Selasa (5/4).

Boyamin mengatakan bahwa sudah dua kali laporan terhadap Pimpinan KPK disampaikan ke Dewas KPK. Menurutnya, Dewas harusnya bergerak cepat.


Kirim Surat ke KPK, MAKI Minta Dugaan Pencucian Uang Setya Novanto Diusut

"Padahal ini kan sudah dilaporkan yang kedua, mestinya ini juga gerak cepat, sekalian kalau memang ini kartu kuning kedua berarti kartu merah dan ini harusnya lebih tegas juga," ujarnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dilaporkan terkait dugaan pembohongan publik saat konferensi pers. Boyamin mendesak Dewas untuk segera menyelesaikan laporan tersebut.

"Dewas tampaknya lebih senang yang kecil dan tidak punya kekuatan politik. Di sisi lain ini harus menjadi koreksi juga Dewas. Jadi saya mendesak Dewas segera menyelesaikan proses dari dugaan pelanggaran etik pimpinan KPK yang melakukan jumpa pers yang berisi kebohongan segera diselesaikan dan dituntaskan," ucapnya.

"Karena kalau ini berlarut-larut dan bahkan sampai akhir periode itu artinya Dewas beraninya sama kelas teri kalau kelas kakap nggak berani kan gitu," lanjutnya.

Seperti diketahui, pegawai KPK yang merupakan seorang Jaksa berinisial D dan pegawai Administratif KPK berinisial S diadukan melakukan perbuatan pelanggaran perselingkuhan.

Ketua KPK Kaitkan Jengkelnya Jokowi soal Impor dengan Korupsi, MAKI Minta KPK Selidiki

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata