logo


Tolak Bahasa Melayu jadi Bahasa Resmi ASEAN, Nadiem Makarim Anggap Bahasa Indonesia Lebih Layak

Bahasa Indonesia unggul dari aspek historis, hukum, linguistik dan diakui internasional.

6 April 2022 05:45 WIB

nadiem makarim
nadiem makarim sangpengajar.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bahasa Melayu diusulkan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob untuk menjadi bahasa resmi ASEAN. Meski begitu, Mendikbudristek RI Nadiem Makarim menolaknya.

Nadiem mengatakan, Bahasan Indonesia lebih layak menduduki posisi tersebut ditinjau dari aspek historis, hukum, dan linguistik.

"Saya sebagai Mendikbudristek, menolak usulan tersebut. Namun, karena ada keinginan negara sahabat mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional,” kata Nadiem di Jakarta, Selasa (5/4).


Heboh Murid Tak Naik Kelas karena Agama, Ferdinand Sentil Komnas HAM

“Saya imbau seluruh masyarakat bahu membahu dengan pemerintah untuk terus berdayakan dan bela bahasa Indonesia," tegasnya.

Di tingkat internasional, lanjut Nadiem, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara. Diketahui persebarannya mencakup 47 negara di seluruh dunia.

Selain itu, pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) diselenggarakan oleh 428 lembaga. Bahasa Indonesia juga diajarkan sebagai mata kuliah di sejumlah kampus luar negeri.

"Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional, sudah selayaknya bahasa Indonesia duduk di posisi terdepan,” tuntasnya.

Akui Kekerasan Seksual Meningkat Selama Pandemi, Nadiem: Ini Fenomena Gunung Es

Halaman: 
Penulis : Iskandar