logo


Kombinasi Konflik Ukraina dan Sanksi anti-Rusia Bisa Ancam Perekonomian AS

Kepala bank JPMorgan, Jamie Dimon, mengatakan bahwa perang di Ukraina dan sanksi anti-Rusia bisa memperlambat pertumbuhan perekonomian global

5 April 2022 19:30 WIB

Bendera Amerika Serikat.
Bendera Amerika Serikat. shutterstock

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala Eksekutif salah satu bank Amerika Serikat JPMorgan, Jamie Dimon memperingatkan bahwa kombinasi inflasi, konflik di Ukraina dan sanksi Rusia dapat “secara dramatis meningkatkan risiko” bagi perekonomian Amerika Serikat. Hal itu ia sampaikan dalam surat tahunannya kepada pemegang saham pada Senin (4/4).

Menurut Dimon, pecahnya konflik di Eropa telah mengubah banyak hal, mengguncang pasar, menyelaraskan kembali aliansi, dan merestrukturisasi pola perdagangan global. Hal itu juga membawa sejumlah risiko dan peluang bagi AS dan negara-negara lain.

"Perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia, setidaknya, akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global - dan itu bisa dengan mudah menjadi lebih buruk," kata Dimon, dikutip RT.com.


Korut Tak Segan Gunakan Senjata Nuklir jika Korea Selatan Menyerang

Kepala bank terbesar AS itu menunjuk pada ketidakpastian tentang bagaimana konflik akan berakhir dan dampaknya terhadap rantai pasokan, terutama yang melibatkan pasokan energi.

“Lebih banyak sanksi dapat ditambahkan – yang dapat secara dramatis, dan tidak terduga, meningkatkan efeknya. Seiring dengan ketidakpastian perang itu sendiri dan ketidakpastian seputar rantai pasokan komoditas global, ini membuat situasi yang berpotensi meledak, ”kata Dimon.

“Saya akan berbicara nanti tentang sifat genting dari pasokan energi global, tetapi untuk saat ini, sederhananya, pasokan itu mudah terganggu,” lanjutnya.

Sementara itu, bank Goldman Sachs, bulan lalu memperingatkan Amerika Serikat mungkin akan memasuki periode resesi jika harga minyak terus melonjak ditengah sanksi anti-Rusia dan kurangnya sumber alternatif.

Kenaikan tajam harga bensin di seluruh AS telah memukul kepercayaan konsumen, sementara Presiden Joe Biden mengklaim bahwa Moskow sepenuhnya harus disalahkan atas melonjaknya harga bensin di AS.

Perancis Usir Sejumlah Diplomat Rusia, Begini Reaksi Kremlin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia